KOMUNIKASI METODOLOGI
MAKALAH
Di
Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metode Pembelajaran Agama Islam
Kelas
H Semester V, Dosen Pengampu B. Fuadi Abdul Jabar, S.Ag., M.Pd.I
Oleh :
EVI ISMUDATUR ROHMAH (112221)
IKA ULFIANA (112222)
KASDURI (112223)
LIANATUS SHAUKHAH (112224)
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM PATI
JURUSAN
TARBIYAH
PRODI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dilimpahkan kepada Allah
swt., yang telah memberikan rahmat dan inayah-Nya karena tugas
penyusunan makalah ini terselesaikan.
Teriring sholawat dan salam kepada
Nabi Agung Muhammad saw., yang dinantikan syafa’atnya besok diyaumil
qiyamah. Amin
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Agama Islam dengan
judul “KOMUNIKASI METODOLOGI “
Ucapan terima kasih disampaikan
kepada :
1.
B.
Fuadi Abdul Jabar, S.Ag, M.P.d.I., Selaku pengampu
mata kuliah Metode Pembelajaran Agama Islam di STAI Pati Semester V
Kelas H.
2.
Kelompok
yang telah berupaya menyusun makalah ini semaksimal mungkin.
3.
Mahasiswa
STAI Pati khususnya kelas H semester V.
Disadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangannya, oleh karena itu saran dan kritik yang konstruktif sangat
diharapkan. Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan oleh para
pembaca.
Pati, September 2014
Penulis
KOMUNIKASI METODOLOGI
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pengajaran dan pendidikan adalah dua hal yang
tidak dapat dipisahkan dalam lingkup lembaga kependidikan, karena melalui
pengajaran pendidikan/materi akan diterima oleh objek pendidikan sesuai tujuan
yang diinginkan. Dalam melaksanakan sebuah pengajaran maka membutuhkan beberapa
komponen pendukung yang menjadi faktor
pendukung suksesnya pelaksanaan pembelajaran, salah satu komponen tersebut adalah guru. Guru adalah komponen yang sangat penting untuk menunjang
keberhasilan pendidikan, berhasil tidaknya
proses belajar mengajar tergantung oleh faktor guru. Dalam proses belajar mengajar tugas guru
adalah memberikan materi melalui rangsangan dan interaksi komunikasi kepada
siswanya, kelancaran dalam berinteraksi komunikasi antara guru dan siswa
memberikan dampak yang sangat besar karena itu mempengaruhi tingkat pemahaman
siswa tentang materi yang disampaikan. Oleh sebab itu sebagai seorang guru
harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, tidak buta teknologi serta
dapat menyampaikan materi dengan suara yang jelas serta mudah dipahami.
Berkomunikasi dalam pembelajaran tidak hanya
dengan suara saja tetapi juga dengan
media yang dapat lebih memudahkan pemahaman kepada siswa. Media
diartikan sebagai suatu alat bantu sehingga penyampaian materi lebih jelas dan
lebih mudah dipahami siswa. Media
pembelajaran tersebut dapat berupa apa saja baik visual, audio maupun audio
visual, dengan catatan pemilihan media
pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi.
Pentingnya sebuah komunikasi pendidikan dalam lingkup pembelajaran
menyebabkan pentingnya pembahasan yang lebih jelas mengenai metode komunikasi dalam pembelajaran yang
meliputi makna media, jenis media serta fungsi dari media komunikasi
pendidikan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana makna media komunikasi pendidikan.
2.
Bagaimana fungsi media komunikasi pendidikan.
C.
Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui makna media komunikasi pendidikan.
2.
Mengetahui fungsi media komunikasi pendidikan.
D.
Manfaat Penulisan
1.
Pembaca dapat mengetahui media berkomunikasi pendidikan.
2.
Pembaca dapat mengetahui fungsi dari media komunikasi
pendidikan.
II.
PEMBAHASAN
A.
Makna Metode, Media dan Komunikasi
Metode adalah sebuah cara untuk mencapai/melakukan
sesuatu secara akurat benar dan dapat dipahami serta memudahkan bagi yang
memperlajarinya. Dalam pendidikan Islam sebuah metode sangat penting bahkan
bersifat wajib, ini guna untuk mempermudah objek pendidikan untuk memahami
materi yang akan diberikan. Metode juga dapat diartikan suatu cara yang paling
tepat, cepat dan akurat dalam melakukan sesuatu, tetapi tetap memperhitungkannya secara ilmiah.
Media berasal dari bahasa latin dan
merupakan kata jama’ dari medium yang secara harfiah kata media
diartikan sebagai “perantara”/”pengantar”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) adalah alat (sarana) komunikasi. Association for Education
an Comunikation Technology (AECT), memberikan pengertian bahwa Media adalah
segala bentuk yang dipergunakan suatu proses penyaluran Informasi.[1]
Intinya bahwa media adalah suatu alat bantu sebagai perantara/penghantar pesan
dari komunikator/guru ke penerima pesan/peserta didik sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan dan kemauan penerima pesan/peserta didik untuk melakukan
proses belajar.
Komunikasi adalah sebuah seni bicara untuk
menyampaikan beberapa pengertian dan pengetahuan dari komunikator/ pemberi
pesan kepada peneriama pesan baik menggunakan media maupun tidak dengan tujuan
mendapatkan respon dari penerima pesan tersebut. Ada beberapa definisi tentang komunikasi,
diantaranya :
1.
JL. Araguren
Komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh
tanggapan.
2.
Wiliam I. Gordon
Komunikasi adalah Transaksi dinamis yang melibatkan
gagasan dan perasaan.
3. M. Djenamar
Komunikasi adalah Seni untuk menyampaikan informasi,
ide-ide seseorang kepada orang lain.
4. Prof. Dr. Alo Liliweri
Komunikasi ialah Pengalihan suatu pesan dari satu sumber
kepada penerima agar dapat dipahami.
5. Carl I. Hovland
Proses yang memungkinkan seseorang (komunikator)
menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku seseorang.[2]
Dari
beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah seni yaang
digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada peneriama pesan baik
menggunakan media maupun tidak dengan tujuan merubah perilaku dan mendapatkan
respon dari penerima pesan.
Jika
disatukan antara metode dan komunikasi maka, diartikan sebagai sebuah cara yang
cepat, tepat dan akurat untuk menyampaikan sesuatu pesan/informasi dari
komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik sehingga merangsang
perasaan dan kemauan untuk melakukan proses belajar mengajar. Sedangkan yang
disebut media komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk
menyampaikan informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta
didik untuk lebih memudahkan pemahaman mengenai
materi yang disampaikan.
B.
Media Komunikasi Pendidikan
Disebutkan diatas bahwa media komunikasi
adalah alat/perantara yang digunakan untuk membantu memudahkan pemahaman
peserta didik dalam menerima pesan/informasi dari komunikator/pemberi pesan. Dengan
demikian maka perlu diketahui alat-alat sebagai media komunikasi pendidikan,
urgensi media komunikasi pendidikan, fungsi/manfaat media komunikasi pendidikan
serta hambatan dalam berkomunikasi.
1. Alat-alat
Sebagai Media Komunikasi Pendidikan.
Semakin berkembangnya kemajuan pendidikan manusia maka,
membuat mereka memiliki strategi –strategi dalam proses pendidikan khususnya
dalam pengajaran yang ditujukan kepada peserta didik. Salah satu strategi
tersebut adalah menggunakan media sebagai alat penghantar dan juga sebagai alat
komunikasi untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Oemar Hamalik mengklasifikasikan 4 media/alat
pembelajaran yaitu :
Ø Alat-alat Visual yaitu alat yang hanya dapat
dilihat, misalnya papan tulis, buletin board, filmstrip dan sebagainya.
Ø Alat-alat Audio yaitu alat yang hanya dapat
didengar, misalnya tape record, radio pendidikan dan lainnya.
Ø Alat-Alat Audio Visual yaitu alat yang dapat
dilihat dan didengar, semisal film.
Ø Dramatisasi, bermain peran, sosiodraama,
sandiwara dan sebagainya.[3]
Ada beberapa media/alat yang dapat dimanfaatkan untuk
menjadi alat komunikasi dalam penyampaian materi pembelajaran diantaranya :
a. Papan Tulis
Papan tulis digunakan sejak dulu hingga sekarang baik
berupa black board maupun white board memiliki fungsi yang sangat besar
bagi proses pembelajaran. Media yang termasuk jadul itu memiliki nilai
tersendiri seperti penyajian bahan ajar yang jelas, kesalahan tulisan dapat
mudah diperbaiki, dapat menarik perhatian, dapat merangsang siswa menjadi
aktif, kreatif dan inovatif. Papan tulis
sangat mendukung dalam proses pembelajaran. Alat ini termasuk media visual.
b. Bulletin Board dan Display
Alat ini biasanya dirancang khusus untuk menampilkan
hasil pekerjaan siswa, gambar-gambar pendidikan, poster pendidikan, karya
siswa, pengumuman dan lainnya. Alat ini memiliki nilai tertentu seperti
menimbulkan semangat membaca siswa, bertanggung jawab, mendorong keinginan
menulis siswa, memupuk rasa kreativitas, inisiatif dan sebagainya. Contoh dari
alat ini adalah Mading, papan pengumuman dan lain sebagainya. Alat ini Termasuk
media visual.
c. Gambar dan Ilustrasi Fotografi
alat ini biasanya mudah untuk diperoleh dan bersifat
kongkrit. Alat ini memiliki nilai seperti tidak terbatas ruang dan waktu,
membantu memperjelas masalah, membantu melemahkan indra, relatif murah dan
mudah digunkan. contohnya foto pahlawan. Alat ini masuk dalam media visual.
d. Slide and Filmstrip
Merupakan gambar yang dapat diproyeksikan. Alat ini
jarang digunakan dizaman tradisional karena membutuhkan aliran listrik. Alat
yang termasuk media visual ini memiliki beberapa nilai memudahkan
penyajian materi, membangkitkan perhatian, motivasi dan minat belajar siswa,
dapat dilakukan berulang-ulang. Contoh dari alat ini adalah LCD Proyektor.
e. Film
Film merupakan alat pengajaran yang cukup efektif dalam
proses pembelajaran. Alat yang masuk media audio visual ini memilki beberapa
fungsi melengkapi pengalaman dasar, memancing inspirasi siswa, menarik
perhatian, mengandung nilai rekreasi. Contoh dari film adalah sejarah.
f. Rekaman Pendidikan
Media audio yang tanpa diikuti visual ini dapat digunakan
sebagai alat pembeljaran seperti mendengarkan ceramah, pidato, musik, sajak,
pengajian dan lainnya. alat ini memiliki nilai seperti memmotivasi belajar
siswa, dapat dibawa kemana-mana, keaslian bahan materi terjamin alat ini
biasanya digunakan siswa sebagai alat untuk merekam penjelasan guru.
g. Radio Pendidikan
Alat yang muncul sebagai alat komunikasi ini telah
dimanfaatkan untuk proses pembelajaran, tetapi biasanya untuk siaran di radio
pendidikan teratur dan terjadwal. Manfaat dari alat yang bersifat audio ini
diantaranya memberikan informasi yang up to date, menarik minat,
jangkauan luas dan lain sebagainya.
h. Peta dan globe
i.
Buku Pelajaran
j.
Overhead Projector (Proyektor Lintas Kepala)
Alat ini bersifat visual yang memproyeksikan dilayar apa
yang tertulis pada kertas transparan. Contoh dari alat ini adalah OHP.
k. Tape Rekorder
Media yang bersifat audio ini sangat serasi dalam
pelajaran berbahasa. Contohnya dalam pembelajaran bahasa inggris.
l.
Alat pendidikan lainnya adalah seperti lab. Bahasa,
komputer, kemah, PPL,dan lainnya yang mengandung nilai pendidikan.[4]
2. Urgensi Media
Komunikasi Pendidikan.
Media Komunikasi Pendidikan sangat vital dalam
proses pengajaran terlebih dalam pendidikan agama Islam. Kemampuan berkomunikasi
dalam pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil dan pemahaman siswa karena
komunikasi penting untuk menyampaikan inti materi. Proses belajar mengajar
adalah kegiatan berkomunikasi, banyak guru dan siswa salaing bertukar pikiran
dan bertukar gagasan, tetapi tidak selamanya penjelasan melalui komunikasi
suara saja memuaskan dan mudah dimengerti maka diperlukan sebuah media yang dapat
digunakan untuk menjembatani hal tersebut. Penggunaan media tersebut memiliki
nilai-nilai sebagai berikut :
a) Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman
siswa. Karena lingkungan, keluarga dan masyarakat yang berbeda sehingga
menghasilkan pengalaman yang berbeda pada masing-masing individu, oleh sebab
itu media hadir untuk mengatasi perbedaan-bedaan tersebut.
b) Media dapat mengatasi ruang. Banyak hal yang
sulit diamati secara jelas baik itu cepat, kecil, besar dan lainnya sehingga
dengan bantuan media suatu objek yang kecil akan dapat dipelajari, hal yang
buas akan mudah dilihat jelas, hal yang cepat dapat amati dan lain sebagainya.
c) Media memungkinkan adanya interaksi anatar siswa dengan
lingkungannya. Gejala fisik dan sosial dapat diajak berkomunikasi.
d) Media menghasilkan keseragam pengamatan.
Pengamatan/fokus siswa dapat diarahkan pada satu hal yang sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai.
e) Media dapat menanamkan konsep dasar yang
benar, kongkrit dan realistis. Penggunaan media seperti gambar, film, grafik
dan lainnya dapat menanamkan konsep dasar yang benar.
f) Media dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, Pengalaman anak makin
luas, persepsi makin tajam dan konsep-konsep pemikiran anak makin lengkap.[5]
3. Fungsi Media
Komunikasi Pendidikan.
Pada walnya fungsi media adalah sebagai alat
bantu tetapi semakin lama digunakan makin banyak diketahui bahwa media tidak
hanya sebagai alat bantu tetapi juga untuk mempertinggi daya serap dan retensi
anak terhadap materi pelajaran. Secara umum fungsi dari media pendidikan dalam
proses komunikasi belajar mengajar diantaranya :
1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu
bersifat verbalitas ( hanya dalam bentuk kata-kata atau lisan saja)
2) Mengatasi keterbatasan daya ruang, waktu dan
indra. Contoh objek yang besar dapat digantikan dengan gambar dan film.
3) Penggunaan media yang bervariatif dapat
mengatasi sifat pasif anak.
4) Dari sifat dan latar belakang siswa serta guru
yang berbeda maka akan sulit mencapai kurikulum yang ditetapkan. Kesulitan itu
dapat teratasi dengan media yang memberikan kemampuan sebagai perangsang yang
sama, pengalaman yang sama dan menimbulkan persepsi yang sama.[6]
Seiring dengan dengan berkembangnya zaman dan
teknologi pada masa kini maka fungsi media pendidikan dalam komunikasi
pembelajaran adalah :
a. Membantu memudahkan belajar siswa dan
pengajaran bagi guru.
b. Memberikan pengalaman yang lebih.
c. Menarik perhatian yang lebih besar.
d. Tidak membosankan.
e. Semua indra murid dapat diaktifkan
f. Lebih menarik minat dan keinginan siswa,
g. Dapat membangkitkan teori dan realita.[7]
h. Sebagai setimulus
i.
Meningkatkan keserasian informasi.
Semakin mantapnya pemakaian media dalam
belajar mengajar, dipandang tidak lagi sebagai alat peraga tetapi juga sebagai
pembawa pesan/ materi sesuai keinginan/tujuan.
4. Hambatan-Hambatan
dalam Komunikasi Pendidikan
Terdapat beberapa hambatan-hambatan dalam
Komunikasi pendidikan baik yang muncul dari aspek internal maupun aspek eksternal.
Hambatan yang muncul dari aspek internal yaitu hambatan yang timbul dari
komuniktor diantaranya :
a. Hambatan psikologis/kejiwaan yaitu tidak
senang, simpati dan lainnya.
b. Hambatan bahasa.
c. Perbedaan pengalaman. [8]
d. Kemampuan berkomunikasi/memiliki seni komunikasi.
Hambatan yang timbul dari aspek eksternal
yaitu hambatan yang disebabkan dari alat/media komunikasi, diantaranya :
a. Gangguan dari dari luar atau ada yang salah
dari media tersebut semisal, gambar tidak jelas, suara dari ruang kelas dan
lainnya.
b. Tidak tersedia media yang sesuai.
c. Media yang sudah lama sehingga tidak layak
digunakan.
d. Media yang tidak mendukung.
Secara umum hambatan dalam proses belajar
mengajar adalah
1. Verbalisme yaitu keterangan guru hanya dengan
kata-kata lisan.
2. Perhatian yang bercabang/tidak fokus.
3. Kekacauan penafsiran artinya banyak
istilah-istilah yang sama tetapi diartikan berbeda ini disebabkan oleh daya
tangkap siswa yang berbeda.
4. Tidak adanya respon dari siswa.
5. Kurang perhatian dikarenakan metode mengajar
guru kurang variatif dan cenderung membosankan.
6. Keadaan fisik dan lingkungan yang mengganggu.
7. Sifat pasif peserta didik yaitu tidak
bergairahnya siswa dalm mengikuti pelajaran.[9]
III.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Media
Komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi
dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik untuk lebih
memudahkan pemahaman mengenai materi
yang disampaikan. Sedangkan fungsi dari media komunikasi adalah
a. Membantu memudahkan belajar siswa dan
pengajaran bagi guru.
b. Memberikan pengalaman yang lebih.
c. Menarik perhatian yang lebih besar.
d. Tidak membosankan.
e. Semua indra murid dapat diaktifkan
f. Lebih menarik minat dan keinginan siswa,
g. Dapat membangkitkan teori dan realita.
h. Sebagai setimulus
i.
Meningkatkan keserasian informasi.
B.
Saran
Memberikan pengetahuan kepada pendidik
dan calon pendidik bahwa media komunikasi sangatlah penting dalam proses
pembelajaran, oleh sebab itu pembaca disarankan untuk lebih cermat dan tepat
dalam menentukan media serta mencari informasi lebih lengkap mengenai media
komunkasi pendidikan.
[6] Arif Sadiman dkk, Media Pendidikan (pegertian, pengembangan dan
pemanfaatannya). (Jakarta : raja Grafindo.2005).Hlm.17-18.
