I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Sistem
pembelajaran dalam dunia pendidikan memiliki
banyak versi, begitupun dengan faktor yang
mempengaruhi psikologi anak atau peserta didik. Dalam pembahasan
psikologi pendidikan anak yang khususnya dalam lingkup hereditas (bawaan) dan
lingkungan salah satunya adalah faktor peserta didik dimana dalam psikologi
memiliki beberapa faktor psikologi antara lain :
1.
Faktor
Tujuan
Pendidikan
juga memiliki tujuan selain memintarkan manusia juga menyiapkan mental,
mengembangkan potensi yang telah dimiliki manusia serta cara berhubungan dengan
masyarakat.
2.
Faktor
Pendidik
Kualitas
manusia yang diciptakan dari proses belajar juga dipengaruhi oleh pendidiknya,
jika pendidiknya baik kemungkinan juga anak didiknya juga baik, jika pendidiknya
disiplin juga kemungkinan anak didiknya disiplin, begitu seterusnya.
3.
Faktor
Anak Didik
Anak
didik juga mempengaruhi dirinya sendiri seperti mampukah dia menerima
lingkungannya dengan baik atau tidak.
4.
Faktor
Alat Pendidikan
Jika
alat pendidikan lengkap dan mendukung proses pendidikan, maka pendiidkan juga akan berjalan seperti yang diharapkan.
5.
Faktor
Alam sekitar ( Mileu )[1]
Faktor
alam sekitar juga besar pengaruhnya, karena alam sekitar memberikan pengaruh
yang cukup besar terhadap pendidikan dan watak anak/peserta didik.
Itulah
diantaranya faktor-faktor pendidikan yang mempengaruhi perkembangan
manusia/peserta didik.
Para
ahli psikologi memiliki pendapat yang berbeda tentang pengaruh yang mendominasi
dalam perkembangan peserta didik. Apakah
yang mendominasi proses perkembangan pesrta
didik Apakah faktor hereditas atau faktor lingkungan, karena keduannya tidak
dapat dipisahkan satu sama lain lebih-lebih diera globalisasi seperti ini.
Dalam
kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan orang-orang disekitar kita
baik keluarga, teman sepergaulan dan lingkungan yang lain. Tetapi tidak semua
orang mengetahui apa peran keluarga dan lingkungan dalam proses pendidikan bagi
anak. Proses perkembangan anak pada zaman sekarang ini faktanya lebih
dipengahuri oleh pergaulannya, sehingga peran keluarga tidak begitu tampak,
solidaritas sesama teman lebih kuat dibandingkan dengan menjunjung tinggi nilai
dan norma kebaikan. Logisnya seharusnya keluarga lebih berpengaruh bagi
perkembangan anak dari pada lingkungannya, karena sejak lahir hingga dewasa selalu
berkumpul dengan keluarga ( keluarga dalam arti yang sebenarnya). Disinilah
terlihat jelas ada kesenjangan antara fakta dan teorinya karena keduanya memiliki
hasil yang berbeda untuk perkembangan anak.
Masalah
ini sangat penting untuk diketahui, khususnya bagi pendidik dan anggota
keluarga (orang tua) sebab dengan mengetahui masalah ini pendidik atau anggota
keluarga dapat memilih cara yang terbaik bagi perkembangan anak dan lebih
memperhatikan anak dalam waktu pekembangan anak tersebut.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
peran hereditas terhadap pendidikan peserta didik.
2.
Bagaimana
peran lingkungan terhadap pendidikan peserta didik.
3.
Bagaimana
pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap tumbuh kembang pendidikan peserta
didik.
C.
Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui
peran hereditas terhadap pendidikan peserta didik.
2.
Mengetahui
peran lingkungan terhadap pendidikan peserta didik.
3.
Mengetahui
pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap tumbuh kembangnya pendidikan peserta
didik.
D.
Manfaat Penulisan
Makalah
ini memiliki sedikit manfaat bagi pendidik khususnya dan pembaca pada umumnya.
Dalam mengetahui cara yang tepat untuk
mendidik anak dengan harapan perkembangan anak tersebut sesuai yang diharapkan (nilai
dan norma), selain itu makalah ini juga dapat dijadikan bahan diskusi dalam
forum yang lebih besar untuk mengetahui jawaban dari permasalahan yang lebih
detail. Pengetahuan dalam makalah ini juga dapat dikembangkan menjadi
pengetahuan yang universal.
II.
PEMBAHASAN
A.
Pembawaan (Hereditas)
Hereditas
pada seoran individu adalah berupa specific genes dari oaring tuanya. Genes
–genes tersebut terdapat pada 24
kromosom dari ayah maupun ibu, serta setiap genes ini memiliki sifat-sifat
berbeda yang akan menciptakan sifat-sifat-sifat baru pada seorang individu
akibat dari kombinasi antar genes dari ayah dan ibu tersebut melalui proses perkawinan,
selain itu setiap individu yang dilahirkan pada dasarnya telah membawa potensi
dan bakat.
Sifat
dan bakat maupun potensi yang telah dibawa sejak lahir tersebut akibat genes
yang mendominasi dari kombinasi genes dari ayah maupun ibu baik itu IQ, watak
dan kepribadian individu. Kaitanya bawaan (hereditas) dengan pendidikan adalah bahwa hereditas itu
memiliki pengaruh terhadap IQ seseorang. Logisnya jika salah satu kromosom antara ayah maupun ibu mendominasi maka tidak
mungkin tidak kalu genes yang dihasilkan akan mewarisi kepintaran dari orang
tuannya, akan tetapi tidak harus dikatakan bahwa semua individu ber-IQ tinggi
itu disebabkan dari keturunan. Jelasnya bahwa gejala bawaan itu diperoleh dari
keturunan tetapi yang diperoleh dari bawaan belum tentu keturunan. Untuk
menjelaskan bahwa tidak semua bawaan itu diperoleh dari keturunan maka ada
beberapa macam bawaan seseorang :
1.
Pembawaan
Jenis
Ketika
manusia dilahirkan mereka telah memiliki pembawaan jenis baik jenis kelamin,
anggota badan, kepintaran dan lainnya sebagai ciri khas diri mereka sendiri.
2.
Pembawaan
Ras
Pembawaan
manusia juga dapat dibedakan melalui rasnya, seperti ras sunda, ras dayak, ras
jawa dan masing-masing ras memiliki cirri khas tersendiri.
3.
Pembawaan
Individu
Pembawaan yang dimiliki individu selain diatas, individu juga
membawa pembawaan dari dirinya sendiri, meski sama ras, sama jenis tapi
masing-masing individu dengan individu yang lain memiliki perbedaan.
Dari pernyataan
diatas terlihat bahwa bawaan keturunan hanya ada pada sifat-sifat jasmaniah dan
sedikit terlihat pada sifat-sifat ruhaniyah. Selain diatas
warisan/bawaan/hereditas juga memiliki pengaruh yang dalam arti luas dapat
dibagi dua bagian pokok :
a.
Bawaan
internal yaitu yang dipindahkan oleh sel-sel benih. Maksudnya disini bahwa
bawaan dari dalam/internal ini memang dari orang tuanya, yang diturunkan dari
proses hubungan intim. Misalnya seorang anak yang mewarisi bakat musik dari
ayahnya seperti gita gutawa yang mewarisi bakat musik dari ayahnya, seperti anang
ermansyah yang mewariskan bakat musik pada anaknya dan banyak yang lainnya.
b.
Bawaan
dari faktor Eksternal/sosial yaitu bawaan yang dipindahkan dari luar diri
terutama keluarga, biasanya melalui pancaindra, akal, interaksi yang beragam
disekitarnya. Pendapat ini didukung dengan dalil Al-quran yaitu :
لله اخرجكم من بطون امهاتكم لاتعلمون شياء وجعل لكم السمع والابصر
الافئدة لعكم تشكرون
Artinya
:” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dari hati, agar
kamu bersyukur.”[2]
B.
Lingkungan (Environment)
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita dan apa yang ada disekitar kita
itu memiliki pengaruh bagi perkembangan kita serta tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan kita. Lingkungan memang sangat berpengaruh pada perkembangan manusia
terlepas pengaruh itu baik atau tidak.
Menurut
Sertain lingkungan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1.
Lingkungan
luar.
2.
Lingkungan
masyarakat/sosial.
Dapat
kita jelaskan tentang pengaruh lingkungan terhadap perkembangandan pendidikan manusia yaitu bahwa pengaruh dari lingkungan
luar adalah pengaruh lingkungan yang berada disekitar seperti hewan, alam, air,
iklim dan lain sebagainya.
Kami
dapat menarik kesimpulan tentang pernyataan diatas bahwa lingkungan adalah
segala hal yang ada disekitar kita mulai dari hubungan manusia dengan manusia
dan manusia dengan alam serta memiliki pengaruh terhadap pendidikan manusia.
Interaksi antara manusia dan alam sekitar itulah yang membuat manusia bisa
disebut unik. Jika dihubungkan kembali antara pembawaan dan lingkungan yang
mempengaruhi pendidikan manusia adalah “
Sifat-sifat dan watak kita adalah hasil interaksi pembawaan dan lingkungan
kita”[3]
oleh karena keperibadian dan pendidikan kita itu terbentuk karena hubungan
kita pada lingkungan dan timbal balik yang diberikan lingkungan pada kita.
Peran
lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku manusia sehingga perilaku
manusia dapat diklasifikasikan menjadi
empat hal yaitu :
1.
Insting
adalah aktivitas manusia yang tidak didapat dari belajar melainkan
dari kodratnya.
2.
Hobits
adalah kebiasaan yang berulang-ulang.
3.
Native
Behaviour adalah tingkah laku manusia dari
hereditas/bawaan.
Kami lebih sependapat dengan poin keempat karena pada dasarnya
manusia ingin menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menjadi bagian dari
lingkungannya.
Kegiatan pendidikan/belajar juga termasuk dalam sebuah lingkungan yang
disebut dengan lingkungan pendidikan, lingkungan pendidikan adalah lingkungan
yang terdapat pada sebuah lingkungan disengaja untuk melakukan
kegiatan-kegiatan pendidikan. Lingkungan pendidikan meliputi :
a.
Lingkungan
Fisik
Lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia yang dapat mendukung
tetapi kadang juga dapat menjadi hambatan proses pendidikan, contoh sarana
prasarana dan fasilitas yang digunakan dalam proses pendidikan.
b.
Lingkungan
Sosial
Lingkungan
sosial adalah lingkungan pergaulan antara orang-orang yang ada dalam proses
pendidikan. Contoh pendidik, karyawan dan lain sebagainya.
c.
Lingkungan
Intelektual
Lingkungan intelektual adalah kondisi dan situasi yang mendukung
proses kegiatan pendidikan. Contoh sumber pelajaran, aktivitas pengembangan dan
penerapan berpikir dan lainya.
d.
Lingkungan
Nilai
Lingkungan Nilai adalah lingkungan yang merupakan tata kehidupan
nilai baik nilai-nilai dalam masyarakat, ekonomi, social,politik dan lainnya.
Semua lingkungan diatas akan memberikan kontribusi pengaruh yang
cukup besar terhadap proses dan hasil pendidikan.
Selain lingkungan diatas, interaksi pendidikan juga dapat
berlangsung dalam lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat. Keluarga adalah
penanam pendidikan yang paling pertama dan utama pada peserta didik. Kedua
lingkungan sekolah, Sekolah berfungsi mengembangkan bakat, kepintaran dan
hunbungan dengan masyarakat serta membekali peserta didik dengan kecakapan
kecakapan yang dapat dijadikan bekal dikehidupan yang akan datang. Yang ketiga
adalah lingkungan masyarakat, manusia mulai dari kecil slalu berinteraksi
dengan manusia dan manusia memiliki perbedaan baik dalam berpikir, bercakap,
kepintaran, adat dan semua yang ada dalam masyarakat sehingga perkembangan
manusia juga dipengaruhi oleh orang lain/masyarakat.
C.
Pengaruh Hereditas dan Lingkungan dalam Pendidikan Peserta Didik.
Sebelum
kita berbicara tentang hereditas dan pembawaan lebih baik kita mengetahui apa
sih pendidikan itu ? pendidikan adalah
proses pemberian bekal kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat dengan
mudah bergaul dengan masyrakat dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Berbicara
tentang faktor Hereditas (bawaan) dan
lingkungan banyak menyimpan pertanyaan, semisal seberapa besarkah pengaruh
antar factor bawaan dan lingkungan terhadap pendidikan manusia. Para ahli
psikologipun banyak yang berbeda pendapat, sehingga menimbulkan aliran-aliran
yang akan dijabarkan sebagai berikut :
1.
Aliran
Nativisme
Nativisme berasal dari kata natus yang artinya lahir[5].
Tokoh utama aliran ini adalah Schopenhauer, Plato, Descartes, Lombroso mereka
berpendapat bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh factor bawaan yang
dibawa sejak dia lahir, biasanya aliran ini mencari persamaan antara seseorang
dengan orang tuanya. Misalnya ayahnya adalah seorang pelukis maka anaknya pun
akan menjadi seorang pelukis, jika ayah atau ibunya ahlinya peramal maka
anaknya juga akan menjadi peramal, pokoknya apa yang dimiliki oleh orang tuanya
pasti dimiliki oleh anaknya.
Dalam pendapat seperti ini kami kurang sependapat karena
perkembangan manusia terkesan dipaksakan, bayangkan saja bila ayahnya seorang
ahli dalam berjudi apakah anaknya juga harus ahli dalam berjudi? jika itu
terjadi maka hasilnya akan bertolak belakang dengan yang diharapkan oleh orang
tuanya, karena setiap orang tua menginginkan anaknya lebih baik dari pada
dirinya. Lagi pula pandangan seperti ini jika dilihat dari segi pendidikan maka
tidak dapat dibenarkan, jika dipikir lebih mendalam pengikut paham ini secara
tidak langsung mengatakan bahwa pendidikan itu tidak perlu sebab perkembangan manusia sudah dibawa
sejak lahir. Dalam ilmu pendidikan ini disebut
pesimis paedagogis.
2.
Aliran
Empirisme
Menurut
para ahli yang mengikuti aliran ini bertolak belakang dengan aliran Nativisme.
Menurut paham ini perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan
atau faktor pendidikan (optimisme paedagogis). Tokoh utama aliran ini adalah
John Locke, jika memang benar hanya factor lingkungan yang mempengaruhi
perkembangan manusia, maka karakter manusia bisa di bentuk sesuai yang
diharapkan, jika diharapkan jahat maka jadinya jahat, jika diharapkan baik maka
jadinya juga baik. Kelompok Behavioris juga berpendapat yang sama dengan
pendapat ini, Watson seorang behavioris tulen dari Amerika mengatakan : “
Berilah saya sejumlah anak-anak yang baik keadaan badannya dan situasi-situasi
yang saya butuhkan: dari setiap orang anak, entah yang mana, dapat saya jadikan
dokter, seorang pedagang, seorang ahli hukum, atau memang jika dikehendaki
seorang pengemis atau seorang pencuri”.[6]
Tapi dalam logisnya perkembangan manusia dipengaruhi oleh dua factor tersebut
dan itu tidak dapat dipisahkan, sebab bawaan jika tidak disertai dengan
interaksi oleh lingkungannya maka perkembangan manusia kurang sempurna.
3.
Hukum
Konvergensi
Wiliam
Stern seorang ahli psikologi dari jerman menyatakan bahwa perkembangan manusia
itu dipengaruhi oleh kedua factor yaitu factor lingkungan dan factor bawaan.
Meskipun begitu rasanya belum puas, dalam kenyataannya manusia itu memiliki
akal pikiran yang luar biasa sehingga mereka pun dapat menentukan dirinya
sendiri secara bebas, perkembangan manusia tidak hanya dipengaruhi dua faktor
tersebut tapi manusia itu sendiri juga berperan penting dalam perkembangan
manusia itu sendiri.
Bukan
hanya faktor lingkungn, faktor bawaan, factor pilihan tapi aktivitas manusia
juga berpengaruh dalam perkembangan manusia. Kami lebih sependapat dengan pendapat
ini, perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh beberapa faktor dan
factor-faktor tersebut sama-sama memiliki pengaruh dan peran yang penting.
III.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah faktor lingkungan dan faktor
bawaan atau hereditas. Dari dua faktor tersebut ternyata
Konsep
Fitrah yaitu pandangan yang menyatakan bahwa perkembangan manusia itu
dipengaruhi oleh bawaannya, lingkungannya dan
dirinya sendiri.
Hereditas
atau bawaan adalah kesangupan manusia yang dapat diwujudkan yang diperoleh dari
orang tuanya maupun dari keinginan dirinya sendiri. Sedangkan lingkungan adalah
segala sesuatu yang ada disekitar kita baik berupa benda mati maupun benda
hidup.
Faktor-faktor
pendidikan yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah faktor tujuan, faktor
pendidik, faktor anak didik, faktor alat didik, fakator mileu.
B.
Saran
Bagi
pendidik baik pendidik formal maupun norformal sebaiknya mengetahui apa saja
yang menjadi pengaruh perkembangan manusia/anak sehingga para pendidik dapat
mengetahui cara yang tepat, mana yang harus diberikan pada anak mana yang
dihindarkan dari anak, sebab kitalah yang bertanggung jawab atas baik buruknya
dari hasil perkembangan manusia atau anak.
DAFTAR PUSTAKA
Arwani, M.Pd., Konsep Epistemologi Pendidikan Tauhiddalam Roman
Hayy Ibn Yadzan, yogjakarta, 1999. (Sekripsi tidak diterbitkan)
Dr.
Zakiah Darodjat. Dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara. 2006.
Dr. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung,
PT. Remaja Rosdakarya. 2007.
Drs.
H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung, CV. Pustaka Setia, 1997
Drs. M. Ngalim Purwanto, MP., Psikologi Pendidikan, Bandung,
PT. Remaja Rosdakarya. 1990.
Prof. Dr. Sutari Imam Barnadid, Pengantar Ilmu Pendidikan
Sistematis, yogjakarta, Andi Offset.1979.
Samadi Suryabrata (BA.Drs,M.A,Ed.S,Ph.d) Psikologi pendidikan,
Jakarta, Rajawali Pers. 1984.
Imam, Barnadib. Filsafat Pendidikan.Yogyakarta.PT.Adita
Karya Nusa,2002.
[1] Prof.
Dr. Sutari Imam Barnadib, (Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis), Yogjakarta,
Andi Offset.1979, hal. 117.
[2]
Q.S. An Nahl, 78.
[4] Drs. H. Ahmad
Fauzi, “ Psikologi Umum “ Bandung, CV Pusaka Setia, 1997.hal. 67
[5] Sumadi, Suryabrata (B.A, DRs., M.A, Ed.S,
Ph.D.),Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 1984) hal. 185.
[6] Ngalim, hal.
15