Sabtu, 22 Agustus 2015

HEREDITAS DAN LINGKUNGAN

I.             PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Sistem pembelajaran dalam dunia pendidikan  memiliki banyak  versi, begitupun dengan faktor  yang  mempengaruhi psikologi anak atau peserta didik. Dalam pembahasan psikologi pendidikan anak yang khususnya dalam lingkup hereditas (bawaan) dan lingkungan salah satunya adalah faktor peserta didik dimana dalam psikologi memiliki beberapa faktor psikologi antara lain :
1.    Faktor Tujuan
Pendidikan juga memiliki tujuan selain memintarkan manusia juga menyiapkan mental, mengembangkan potensi yang telah dimiliki manusia serta cara berhubungan dengan masyarakat.
2.    Faktor Pendidik
Kualitas manusia yang diciptakan dari proses belajar juga dipengaruhi oleh pendidiknya, jika pendidiknya baik kemungkinan juga anak didiknya juga baik, jika pendidiknya disiplin juga kemungkinan anak didiknya disiplin, begitu seterusnya.
3.    Faktor Anak Didik
Anak didik juga mempengaruhi dirinya sendiri seperti mampukah dia menerima lingkungannya dengan baik atau tidak.
4.    Faktor Alat Pendidikan
Jika alat pendidikan lengkap dan mendukung  proses pendidikan, maka pendiidkan  juga akan berjalan seperti yang diharapkan.
5.    Faktor Alam sekitar ( Mileu )[1]
Faktor alam sekitar juga besar pengaruhnya, karena alam sekitar memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pendidikan dan watak anak/peserta didik.
Itulah diantaranya faktor-faktor pendidikan yang mempengaruhi perkembangan manusia/peserta didik.
Para ahli psikologi memiliki pendapat yang berbeda tentang pengaruh yang mendominasi dalam perkembangan  peserta didik. Apakah yang mendominasi proses perkembangan   pesrta didik Apakah faktor hereditas atau faktor lingkungan, karena keduannya tidak dapat dipisahkan satu sama lain lebih-lebih diera globalisasi seperti ini.
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan orang-orang disekitar kita baik keluarga, teman sepergaulan dan lingkungan yang lain. Tetapi tidak semua orang mengetahui apa peran keluarga dan lingkungan dalam proses pendidikan bagi anak. Proses perkembangan anak pada zaman sekarang ini faktanya lebih dipengahuri oleh pergaulannya, sehingga peran keluarga tidak begitu tampak, solidaritas sesama teman lebih kuat dibandingkan dengan menjunjung tinggi nilai dan norma kebaikan. Logisnya seharusnya keluarga lebih berpengaruh bagi perkembangan anak dari pada lingkungannya, karena sejak lahir hingga dewasa selalu berkumpul dengan keluarga ( keluarga dalam arti yang sebenarnya). Disinilah terlihat jelas ada kesenjangan antara fakta dan teorinya karena keduanya memiliki hasil yang berbeda untuk perkembangan anak.
Masalah ini sangat penting untuk diketahui, khususnya bagi pendidik dan anggota keluarga (orang tua) sebab dengan mengetahui masalah ini pendidik atau anggota keluarga dapat memilih cara yang terbaik bagi perkembangan anak dan lebih memperhatikan anak dalam waktu pekembangan anak tersebut.

B.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peran hereditas terhadap pendidikan peserta didik.
2.      Bagaimana peran lingkungan terhadap pendidikan peserta didik.
3.      Bagaimana pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap tumbuh kembang pendidikan peserta didik.

C.           Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui peran hereditas terhadap pendidikan peserta didik.
2.      Mengetahui peran lingkungan terhadap pendidikan peserta didik.
3.      Mengetahui pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap tumbuh kembangnya pendidikan peserta didik.

D.           Manfaat Penulisan
Makalah ini memiliki sedikit manfaat bagi pendidik khususnya dan pembaca pada umumnya. Dalam  mengetahui cara yang tepat untuk mendidik anak dengan harapan perkembangan anak tersebut sesuai yang diharapkan (nilai dan norma), selain itu makalah ini juga dapat dijadikan bahan diskusi dalam forum yang lebih besar untuk mengetahui jawaban dari permasalahan yang lebih detail. Pengetahuan dalam makalah ini juga dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang universal.


II.          PEMBAHASAN
A.           Pembawaan (Hereditas)
Hereditas pada seoran individu adalah berupa specific genes dari oaring tuanya. Genes –genes tersebut  terdapat pada 24 kromosom dari ayah maupun ibu, serta setiap genes ini memiliki sifat-sifat berbeda yang akan menciptakan sifat-sifat-sifat baru pada seorang individu akibat dari kombinasi antar genes dari ayah dan ibu tersebut melalui proses perkawinan, selain itu setiap individu yang dilahirkan pada dasarnya telah membawa potensi dan bakat.
Sifat dan bakat maupun potensi yang telah dibawa sejak lahir tersebut akibat genes yang mendominasi dari kombinasi genes dari ayah maupun ibu baik itu IQ, watak dan kepribadian individu. Kaitanya bawaan (hereditas) dengan  pendidikan adalah bahwa hereditas itu memiliki pengaruh terhadap IQ seseorang. Logisnya jika salah satu kromosom  antara ayah maupun ibu mendominasi maka tidak mungkin tidak kalu genes yang dihasilkan akan mewarisi kepintaran dari orang tuannya, akan tetapi tidak harus dikatakan bahwa semua individu ber-IQ tinggi itu disebabkan dari keturunan. Jelasnya bahwa gejala bawaan itu diperoleh dari keturunan tetapi yang diperoleh dari bawaan belum tentu keturunan. Untuk menjelaskan bahwa tidak semua bawaan itu diperoleh dari keturunan maka ada beberapa macam bawaan seseorang :
1.      Pembawaan Jenis
Ketika manusia dilahirkan mereka telah memiliki pembawaan jenis baik jenis kelamin, anggota badan, kepintaran dan lainnya sebagai ciri khas diri mereka sendiri.
2.      Pembawaan Ras
Pembawaan manusia juga dapat dibedakan melalui rasnya, seperti ras sunda, ras dayak, ras jawa dan masing-masing ras memiliki cirri khas tersendiri.
3.      Pembawaan Individu
Pembawaan yang dimiliki individu selain diatas, individu juga membawa pembawaan dari dirinya sendiri, meski sama ras, sama jenis tapi masing-masing individu dengan individu yang lain memiliki perbedaan.
            Dari pernyataan diatas terlihat bahwa bawaan keturunan hanya ada pada sifat-sifat jasmaniah dan sedikit terlihat pada sifat-sifat ruhaniyah. Selain diatas warisan/bawaan/hereditas juga memiliki pengaruh yang dalam arti luas dapat dibagi dua bagian pokok :
a.     Bawaan internal yaitu yang dipindahkan oleh sel-sel benih. Maksudnya disini bahwa bawaan dari dalam/internal ini memang dari orang tuanya, yang diturunkan dari proses hubungan intim. Misalnya seorang anak yang mewarisi bakat musik dari ayahnya seperti gita gutawa yang mewarisi bakat musik dari ayahnya, seperti anang ermansyah yang mewariskan bakat musik pada anaknya dan banyak yang lainnya.
b.    Bawaan dari faktor Eksternal/sosial yaitu bawaan yang dipindahkan dari luar diri terutama keluarga, biasanya melalui pancaindra, akal, interaksi yang beragam disekitarnya. Pendapat ini didukung dengan dalil Al-quran yaitu :
لله اخرجكم من بطون امهاتكم لاتعلمون شياء وجعل لكم السمع والابصر الافئدة لعكم تشكرون
Artinya :” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dari hati, agar kamu bersyukur.”[2]

B.            Lingkungan (Environment)
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita dan apa yang ada disekitar kita itu memiliki pengaruh bagi perkembangan kita serta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Lingkungan memang sangat berpengaruh pada perkembangan manusia terlepas pengaruh itu baik atau tidak.
Menurut Sertain lingkungan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1.      Lingkungan luar.
2.      Lingkungan masyarakat/sosial.
Dapat kita jelaskan tentang pengaruh lingkungan terhadap perkembangandan pendidikan  manusia yaitu bahwa pengaruh dari lingkungan luar adalah pengaruh lingkungan yang berada disekitar seperti hewan, alam, air, iklim dan lain sebagainya.
Kami dapat menarik kesimpulan tentang pernyataan diatas bahwa lingkungan adalah segala hal yang ada disekitar kita mulai dari hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam serta memiliki pengaruh terhadap pendidikan manusia. Interaksi antara manusia dan alam sekitar itulah yang membuat manusia bisa disebut unik. Jika dihubungkan kembali antara pembawaan dan lingkungan yang mempengaruhi pendidikan  manusia adalah “ Sifat-sifat dan watak kita adalah hasil interaksi pembawaan dan lingkungan kita”[3] oleh karena keperibadian dan pendidikan kita itu terbentuk karena hubungan kita pada lingkungan dan timbal balik yang diberikan lingkungan pada kita.
Peran lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku manusia sehingga perilaku manusia dapat diklasifikasikan  menjadi empat hal yaitu :
1.      Insting adalah aktivitas manusia yang tidak didapat dari belajar melainkan dari kodratnya.
2.      Hobits adalah kebiasaan yang berulang-ulang.
3.      Native Behaviour adalah tingkah laku manusia dari hereditas/bawaan.
4.      Aquired Behaviour adalah tingkah laku yang didapat dari belajar.[4]
Kami lebih sependapat dengan poin keempat karena pada dasarnya manusia ingin menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menjadi bagian dari lingkungannya.
Kegiatan pendidikan/belajar juga termasuk dalam sebuah lingkungan yang disebut dengan lingkungan pendidikan, lingkungan pendidikan adalah lingkungan yang terdapat pada sebuah lingkungan disengaja untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan. Lingkungan pendidikan meliputi :
a.       Lingkungan Fisik
Lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia yang dapat mendukung tetapi kadang juga dapat menjadi hambatan proses pendidikan, contoh sarana prasarana dan fasilitas yang digunakan dalam proses pendidikan.
b.      Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah lingkungan pergaulan antara orang-orang yang ada dalam proses pendidikan. Contoh pendidik, karyawan dan lain sebagainya.
c.       Lingkungan Intelektual
Lingkungan intelektual adalah kondisi dan situasi yang mendukung proses kegiatan pendidikan. Contoh sumber pelajaran, aktivitas pengembangan dan penerapan berpikir dan lainya.
d.      Lingkungan Nilai
Lingkungan Nilai adalah lingkungan yang merupakan tata kehidupan nilai baik nilai-nilai dalam masyarakat, ekonomi, social,politik dan lainnya.
Semua lingkungan diatas akan memberikan kontribusi pengaruh yang cukup besar terhadap proses dan hasil pendidikan.
Selain lingkungan diatas, interaksi pendidikan juga dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat. Keluarga adalah penanam pendidikan yang paling pertama dan utama pada peserta didik. Kedua lingkungan sekolah, Sekolah berfungsi mengembangkan bakat, kepintaran dan hunbungan dengan masyarakat serta membekali peserta didik dengan kecakapan kecakapan yang dapat dijadikan bekal dikehidupan yang akan datang. Yang ketiga adalah lingkungan masyarakat, manusia mulai dari kecil slalu berinteraksi dengan manusia dan manusia memiliki perbedaan baik dalam berpikir, bercakap, kepintaran, adat dan semua yang ada dalam masyarakat sehingga perkembangan manusia juga dipengaruhi oleh orang lain/masyarakat.  
C.           Pengaruh Hereditas dan Lingkungan dalam Pendidikan Peserta Didik.
Sebelum kita berbicara tentang hereditas dan pembawaan lebih baik kita mengetahui apa sih pendidikan  itu ? pendidikan adalah proses pemberian bekal kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat dengan mudah bergaul dengan masyrakat dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Berbicara tentang  faktor Hereditas (bawaan) dan lingkungan banyak menyimpan pertanyaan, semisal seberapa besarkah pengaruh antar factor bawaan dan lingkungan terhadap pendidikan manusia. Para ahli psikologipun banyak yang berbeda pendapat, sehingga menimbulkan aliran-aliran yang akan dijabarkan sebagai berikut :
1.      Aliran Nativisme
Nativisme berasal dari kata natus yang artinya lahir[5]. Tokoh utama aliran ini adalah Schopenhauer, Plato, Descartes, Lombroso mereka berpendapat bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh factor bawaan yang dibawa sejak dia lahir, biasanya aliran ini mencari persamaan antara seseorang dengan orang tuanya. Misalnya ayahnya adalah seorang pelukis maka anaknya pun akan menjadi seorang pelukis, jika ayah atau ibunya ahlinya peramal maka anaknya juga akan menjadi peramal, pokoknya apa yang dimiliki oleh orang tuanya pasti dimiliki oleh anaknya.
Dalam pendapat seperti ini kami kurang sependapat karena perkembangan manusia terkesan dipaksakan, bayangkan saja bila ayahnya seorang ahli dalam berjudi apakah anaknya juga harus ahli dalam berjudi? jika itu terjadi maka hasilnya akan bertolak belakang dengan yang diharapkan oleh orang tuanya, karena setiap orang tua menginginkan anaknya lebih baik dari pada dirinya. Lagi pula pandangan seperti ini jika dilihat dari segi pendidikan maka tidak dapat dibenarkan, jika dipikir lebih mendalam pengikut paham ini secara tidak langsung mengatakan bahwa pendidikan itu tidak  perlu sebab perkembangan manusia sudah dibawa sejak lahir. Dalam ilmu pendidikan ini disebut  pesimis paedagogis.
2.      Aliran Empirisme
Menurut para ahli yang mengikuti aliran ini bertolak belakang dengan aliran Nativisme. Menurut paham ini perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau faktor pendidikan (optimisme paedagogis). Tokoh utama aliran ini adalah John Locke, jika memang benar hanya factor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan manusia, maka karakter manusia bisa di bentuk sesuai yang diharapkan, jika diharapkan jahat maka jadinya jahat, jika diharapkan baik maka jadinya juga baik. Kelompok Behavioris juga berpendapat yang sama dengan pendapat ini, Watson seorang behavioris tulen dari Amerika mengatakan : “ Berilah saya sejumlah anak-anak yang baik keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak, entah yang mana, dapat saya jadikan dokter, seorang pedagang, seorang ahli hukum, atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”.[6] Tapi dalam logisnya perkembangan manusia dipengaruhi oleh dua factor tersebut dan itu tidak dapat dipisahkan, sebab bawaan jika tidak disertai dengan interaksi oleh lingkungannya maka perkembangan manusia kurang sempurna.

3.             Hukum Konvergensi
Wiliam Stern seorang ahli psikologi dari jerman menyatakan bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh kedua factor yaitu factor lingkungan dan factor bawaan. Meskipun begitu rasanya belum puas, dalam kenyataannya manusia itu memiliki akal pikiran yang luar biasa sehingga mereka pun dapat menentukan dirinya sendiri secara bebas, perkembangan manusia tidak hanya dipengaruhi dua faktor tersebut tapi manusia itu sendiri juga berperan penting dalam perkembangan manusia itu sendiri.
Bukan hanya faktor lingkungn, faktor bawaan, factor pilihan tapi aktivitas manusia juga berpengaruh dalam perkembangan manusia. Kami lebih sependapat dengan pendapat ini, perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh beberapa faktor dan factor-faktor tersebut sama-sama memiliki pengaruh dan peran yang penting.

III.      PENUTUP
A.           Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah faktor lingkungan dan faktor bawaan atau hereditas. Dari dua faktor tersebut ternyata
Konsep Fitrah yaitu pandangan yang menyatakan bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh bawaannya, lingkungannya dan  dirinya sendiri.
Hereditas atau bawaan adalah kesangupan manusia yang dapat diwujudkan yang diperoleh dari orang tuanya maupun dari keinginan dirinya sendiri. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita baik berupa benda mati maupun benda hidup.
Faktor-faktor pendidikan yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah faktor tujuan, faktor pendidik, faktor anak didik, faktor alat didik, fakator mileu.

B.              Saran
Bagi pendidik baik pendidik formal maupun norformal sebaiknya mengetahui apa saja yang menjadi pengaruh perkembangan manusia/anak sehingga para pendidik dapat mengetahui cara yang tepat, mana yang harus diberikan pada anak mana yang dihindarkan dari anak, sebab kitalah yang bertanggung jawab atas baik buruknya dari hasil perkembangan manusia atau anak.

 DAFTAR PUSTAKA
Arwani, M.Pd., Konsep Epistemologi Pendidikan Tauhiddalam Roman Hayy Ibn Yadzan, yogjakarta, 1999. (Sekripsi tidak diterbitkan)
Dr. Zakiah Darodjat. Dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara. 2006.
Dr. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. 2007.
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung, CV. Pustaka Setia, 1997
Drs. M. Ngalim Purwanto, MP., Psikologi Pendidikan, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. 1990.
Prof. Dr. Sutari Imam Barnadid, Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis, yogjakarta, Andi Offset.1979.
Samadi Suryabrata (BA.Drs,M.A,Ed.S,Ph.d) Psikologi pendidikan, Jakarta, Rajawali Pers. 1984.
Imam, Barnadib. Filsafat Pendidikan.Yogyakarta.PT.Adita Karya Nusa,2002.



[1] Prof. Dr. Sutari Imam Barnadib, (Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis), Yogjakarta, Andi Offset.1979, hal. 117.

[2] Q.S. An Nahl, 78.
[3] Purwanto,Ngalim, MP., Psikologi Pendidikan, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. 1990. Hal:29
[4] Drs. H. Ahmad Fauzi, “ Psikologi Umum “ Bandung, CV Pusaka Setia, 1997.hal. 67
[5]  Sumadi, Suryabrata (B.A, DRs., M.A, Ed.S, Ph.D.),Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 1984) hal. 185.
[6] Ngalim, hal. 15