Sabtu, 22 Agustus 2015

HEREDITAS DAN LINGKUNGAN

I.             PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Sistem pembelajaran dalam dunia pendidikan  memiliki banyak  versi, begitupun dengan faktor  yang  mempengaruhi psikologi anak atau peserta didik. Dalam pembahasan psikologi pendidikan anak yang khususnya dalam lingkup hereditas (bawaan) dan lingkungan salah satunya adalah faktor peserta didik dimana dalam psikologi memiliki beberapa faktor psikologi antara lain :
1.    Faktor Tujuan
Pendidikan juga memiliki tujuan selain memintarkan manusia juga menyiapkan mental, mengembangkan potensi yang telah dimiliki manusia serta cara berhubungan dengan masyarakat.
2.    Faktor Pendidik
Kualitas manusia yang diciptakan dari proses belajar juga dipengaruhi oleh pendidiknya, jika pendidiknya baik kemungkinan juga anak didiknya juga baik, jika pendidiknya disiplin juga kemungkinan anak didiknya disiplin, begitu seterusnya.
3.    Faktor Anak Didik
Anak didik juga mempengaruhi dirinya sendiri seperti mampukah dia menerima lingkungannya dengan baik atau tidak.
4.    Faktor Alat Pendidikan
Jika alat pendidikan lengkap dan mendukung  proses pendidikan, maka pendiidkan  juga akan berjalan seperti yang diharapkan.
5.    Faktor Alam sekitar ( Mileu )[1]
Faktor alam sekitar juga besar pengaruhnya, karena alam sekitar memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pendidikan dan watak anak/peserta didik.
Itulah diantaranya faktor-faktor pendidikan yang mempengaruhi perkembangan manusia/peserta didik.
Para ahli psikologi memiliki pendapat yang berbeda tentang pengaruh yang mendominasi dalam perkembangan  peserta didik. Apakah yang mendominasi proses perkembangan   pesrta didik Apakah faktor hereditas atau faktor lingkungan, karena keduannya tidak dapat dipisahkan satu sama lain lebih-lebih diera globalisasi seperti ini.
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan orang-orang disekitar kita baik keluarga, teman sepergaulan dan lingkungan yang lain. Tetapi tidak semua orang mengetahui apa peran keluarga dan lingkungan dalam proses pendidikan bagi anak. Proses perkembangan anak pada zaman sekarang ini faktanya lebih dipengahuri oleh pergaulannya, sehingga peran keluarga tidak begitu tampak, solidaritas sesama teman lebih kuat dibandingkan dengan menjunjung tinggi nilai dan norma kebaikan. Logisnya seharusnya keluarga lebih berpengaruh bagi perkembangan anak dari pada lingkungannya, karena sejak lahir hingga dewasa selalu berkumpul dengan keluarga ( keluarga dalam arti yang sebenarnya). Disinilah terlihat jelas ada kesenjangan antara fakta dan teorinya karena keduanya memiliki hasil yang berbeda untuk perkembangan anak.
Masalah ini sangat penting untuk diketahui, khususnya bagi pendidik dan anggota keluarga (orang tua) sebab dengan mengetahui masalah ini pendidik atau anggota keluarga dapat memilih cara yang terbaik bagi perkembangan anak dan lebih memperhatikan anak dalam waktu pekembangan anak tersebut.

B.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peran hereditas terhadap pendidikan peserta didik.
2.      Bagaimana peran lingkungan terhadap pendidikan peserta didik.
3.      Bagaimana pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap tumbuh kembang pendidikan peserta didik.

C.           Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui peran hereditas terhadap pendidikan peserta didik.
2.      Mengetahui peran lingkungan terhadap pendidikan peserta didik.
3.      Mengetahui pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap tumbuh kembangnya pendidikan peserta didik.

D.           Manfaat Penulisan
Makalah ini memiliki sedikit manfaat bagi pendidik khususnya dan pembaca pada umumnya. Dalam  mengetahui cara yang tepat untuk mendidik anak dengan harapan perkembangan anak tersebut sesuai yang diharapkan (nilai dan norma), selain itu makalah ini juga dapat dijadikan bahan diskusi dalam forum yang lebih besar untuk mengetahui jawaban dari permasalahan yang lebih detail. Pengetahuan dalam makalah ini juga dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang universal.


II.          PEMBAHASAN
A.           Pembawaan (Hereditas)
Hereditas pada seoran individu adalah berupa specific genes dari oaring tuanya. Genes –genes tersebut  terdapat pada 24 kromosom dari ayah maupun ibu, serta setiap genes ini memiliki sifat-sifat berbeda yang akan menciptakan sifat-sifat-sifat baru pada seorang individu akibat dari kombinasi antar genes dari ayah dan ibu tersebut melalui proses perkawinan, selain itu setiap individu yang dilahirkan pada dasarnya telah membawa potensi dan bakat.
Sifat dan bakat maupun potensi yang telah dibawa sejak lahir tersebut akibat genes yang mendominasi dari kombinasi genes dari ayah maupun ibu baik itu IQ, watak dan kepribadian individu. Kaitanya bawaan (hereditas) dengan  pendidikan adalah bahwa hereditas itu memiliki pengaruh terhadap IQ seseorang. Logisnya jika salah satu kromosom  antara ayah maupun ibu mendominasi maka tidak mungkin tidak kalu genes yang dihasilkan akan mewarisi kepintaran dari orang tuannya, akan tetapi tidak harus dikatakan bahwa semua individu ber-IQ tinggi itu disebabkan dari keturunan. Jelasnya bahwa gejala bawaan itu diperoleh dari keturunan tetapi yang diperoleh dari bawaan belum tentu keturunan. Untuk menjelaskan bahwa tidak semua bawaan itu diperoleh dari keturunan maka ada beberapa macam bawaan seseorang :
1.      Pembawaan Jenis
Ketika manusia dilahirkan mereka telah memiliki pembawaan jenis baik jenis kelamin, anggota badan, kepintaran dan lainnya sebagai ciri khas diri mereka sendiri.
2.      Pembawaan Ras
Pembawaan manusia juga dapat dibedakan melalui rasnya, seperti ras sunda, ras dayak, ras jawa dan masing-masing ras memiliki cirri khas tersendiri.
3.      Pembawaan Individu
Pembawaan yang dimiliki individu selain diatas, individu juga membawa pembawaan dari dirinya sendiri, meski sama ras, sama jenis tapi masing-masing individu dengan individu yang lain memiliki perbedaan.
            Dari pernyataan diatas terlihat bahwa bawaan keturunan hanya ada pada sifat-sifat jasmaniah dan sedikit terlihat pada sifat-sifat ruhaniyah. Selain diatas warisan/bawaan/hereditas juga memiliki pengaruh yang dalam arti luas dapat dibagi dua bagian pokok :
a.     Bawaan internal yaitu yang dipindahkan oleh sel-sel benih. Maksudnya disini bahwa bawaan dari dalam/internal ini memang dari orang tuanya, yang diturunkan dari proses hubungan intim. Misalnya seorang anak yang mewarisi bakat musik dari ayahnya seperti gita gutawa yang mewarisi bakat musik dari ayahnya, seperti anang ermansyah yang mewariskan bakat musik pada anaknya dan banyak yang lainnya.
b.    Bawaan dari faktor Eksternal/sosial yaitu bawaan yang dipindahkan dari luar diri terutama keluarga, biasanya melalui pancaindra, akal, interaksi yang beragam disekitarnya. Pendapat ini didukung dengan dalil Al-quran yaitu :
لله اخرجكم من بطون امهاتكم لاتعلمون شياء وجعل لكم السمع والابصر الافئدة لعكم تشكرون
Artinya :” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dari hati, agar kamu bersyukur.”[2]

B.            Lingkungan (Environment)
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita dan apa yang ada disekitar kita itu memiliki pengaruh bagi perkembangan kita serta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Lingkungan memang sangat berpengaruh pada perkembangan manusia terlepas pengaruh itu baik atau tidak.
Menurut Sertain lingkungan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1.      Lingkungan luar.
2.      Lingkungan masyarakat/sosial.
Dapat kita jelaskan tentang pengaruh lingkungan terhadap perkembangandan pendidikan  manusia yaitu bahwa pengaruh dari lingkungan luar adalah pengaruh lingkungan yang berada disekitar seperti hewan, alam, air, iklim dan lain sebagainya.
Kami dapat menarik kesimpulan tentang pernyataan diatas bahwa lingkungan adalah segala hal yang ada disekitar kita mulai dari hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam serta memiliki pengaruh terhadap pendidikan manusia. Interaksi antara manusia dan alam sekitar itulah yang membuat manusia bisa disebut unik. Jika dihubungkan kembali antara pembawaan dan lingkungan yang mempengaruhi pendidikan  manusia adalah “ Sifat-sifat dan watak kita adalah hasil interaksi pembawaan dan lingkungan kita”[3] oleh karena keperibadian dan pendidikan kita itu terbentuk karena hubungan kita pada lingkungan dan timbal balik yang diberikan lingkungan pada kita.
Peran lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku manusia sehingga perilaku manusia dapat diklasifikasikan  menjadi empat hal yaitu :
1.      Insting adalah aktivitas manusia yang tidak didapat dari belajar melainkan dari kodratnya.
2.      Hobits adalah kebiasaan yang berulang-ulang.
3.      Native Behaviour adalah tingkah laku manusia dari hereditas/bawaan.
4.      Aquired Behaviour adalah tingkah laku yang didapat dari belajar.[4]
Kami lebih sependapat dengan poin keempat karena pada dasarnya manusia ingin menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menjadi bagian dari lingkungannya.
Kegiatan pendidikan/belajar juga termasuk dalam sebuah lingkungan yang disebut dengan lingkungan pendidikan, lingkungan pendidikan adalah lingkungan yang terdapat pada sebuah lingkungan disengaja untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan. Lingkungan pendidikan meliputi :
a.       Lingkungan Fisik
Lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia yang dapat mendukung tetapi kadang juga dapat menjadi hambatan proses pendidikan, contoh sarana prasarana dan fasilitas yang digunakan dalam proses pendidikan.
b.      Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah lingkungan pergaulan antara orang-orang yang ada dalam proses pendidikan. Contoh pendidik, karyawan dan lain sebagainya.
c.       Lingkungan Intelektual
Lingkungan intelektual adalah kondisi dan situasi yang mendukung proses kegiatan pendidikan. Contoh sumber pelajaran, aktivitas pengembangan dan penerapan berpikir dan lainya.
d.      Lingkungan Nilai
Lingkungan Nilai adalah lingkungan yang merupakan tata kehidupan nilai baik nilai-nilai dalam masyarakat, ekonomi, social,politik dan lainnya.
Semua lingkungan diatas akan memberikan kontribusi pengaruh yang cukup besar terhadap proses dan hasil pendidikan.
Selain lingkungan diatas, interaksi pendidikan juga dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat. Keluarga adalah penanam pendidikan yang paling pertama dan utama pada peserta didik. Kedua lingkungan sekolah, Sekolah berfungsi mengembangkan bakat, kepintaran dan hunbungan dengan masyarakat serta membekali peserta didik dengan kecakapan kecakapan yang dapat dijadikan bekal dikehidupan yang akan datang. Yang ketiga adalah lingkungan masyarakat, manusia mulai dari kecil slalu berinteraksi dengan manusia dan manusia memiliki perbedaan baik dalam berpikir, bercakap, kepintaran, adat dan semua yang ada dalam masyarakat sehingga perkembangan manusia juga dipengaruhi oleh orang lain/masyarakat.  
C.           Pengaruh Hereditas dan Lingkungan dalam Pendidikan Peserta Didik.
Sebelum kita berbicara tentang hereditas dan pembawaan lebih baik kita mengetahui apa sih pendidikan  itu ? pendidikan adalah proses pemberian bekal kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat dengan mudah bergaul dengan masyrakat dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Berbicara tentang  faktor Hereditas (bawaan) dan lingkungan banyak menyimpan pertanyaan, semisal seberapa besarkah pengaruh antar factor bawaan dan lingkungan terhadap pendidikan manusia. Para ahli psikologipun banyak yang berbeda pendapat, sehingga menimbulkan aliran-aliran yang akan dijabarkan sebagai berikut :
1.      Aliran Nativisme
Nativisme berasal dari kata natus yang artinya lahir[5]. Tokoh utama aliran ini adalah Schopenhauer, Plato, Descartes, Lombroso mereka berpendapat bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh factor bawaan yang dibawa sejak dia lahir, biasanya aliran ini mencari persamaan antara seseorang dengan orang tuanya. Misalnya ayahnya adalah seorang pelukis maka anaknya pun akan menjadi seorang pelukis, jika ayah atau ibunya ahlinya peramal maka anaknya juga akan menjadi peramal, pokoknya apa yang dimiliki oleh orang tuanya pasti dimiliki oleh anaknya.
Dalam pendapat seperti ini kami kurang sependapat karena perkembangan manusia terkesan dipaksakan, bayangkan saja bila ayahnya seorang ahli dalam berjudi apakah anaknya juga harus ahli dalam berjudi? jika itu terjadi maka hasilnya akan bertolak belakang dengan yang diharapkan oleh orang tuanya, karena setiap orang tua menginginkan anaknya lebih baik dari pada dirinya. Lagi pula pandangan seperti ini jika dilihat dari segi pendidikan maka tidak dapat dibenarkan, jika dipikir lebih mendalam pengikut paham ini secara tidak langsung mengatakan bahwa pendidikan itu tidak  perlu sebab perkembangan manusia sudah dibawa sejak lahir. Dalam ilmu pendidikan ini disebut  pesimis paedagogis.
2.      Aliran Empirisme
Menurut para ahli yang mengikuti aliran ini bertolak belakang dengan aliran Nativisme. Menurut paham ini perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau faktor pendidikan (optimisme paedagogis). Tokoh utama aliran ini adalah John Locke, jika memang benar hanya factor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan manusia, maka karakter manusia bisa di bentuk sesuai yang diharapkan, jika diharapkan jahat maka jadinya jahat, jika diharapkan baik maka jadinya juga baik. Kelompok Behavioris juga berpendapat yang sama dengan pendapat ini, Watson seorang behavioris tulen dari Amerika mengatakan : “ Berilah saya sejumlah anak-anak yang baik keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak, entah yang mana, dapat saya jadikan dokter, seorang pedagang, seorang ahli hukum, atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”.[6] Tapi dalam logisnya perkembangan manusia dipengaruhi oleh dua factor tersebut dan itu tidak dapat dipisahkan, sebab bawaan jika tidak disertai dengan interaksi oleh lingkungannya maka perkembangan manusia kurang sempurna.

3.             Hukum Konvergensi
Wiliam Stern seorang ahli psikologi dari jerman menyatakan bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh kedua factor yaitu factor lingkungan dan factor bawaan. Meskipun begitu rasanya belum puas, dalam kenyataannya manusia itu memiliki akal pikiran yang luar biasa sehingga mereka pun dapat menentukan dirinya sendiri secara bebas, perkembangan manusia tidak hanya dipengaruhi dua faktor tersebut tapi manusia itu sendiri juga berperan penting dalam perkembangan manusia itu sendiri.
Bukan hanya faktor lingkungn, faktor bawaan, factor pilihan tapi aktivitas manusia juga berpengaruh dalam perkembangan manusia. Kami lebih sependapat dengan pendapat ini, perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh beberapa faktor dan factor-faktor tersebut sama-sama memiliki pengaruh dan peran yang penting.

III.      PENUTUP
A.           Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah faktor lingkungan dan faktor bawaan atau hereditas. Dari dua faktor tersebut ternyata
Konsep Fitrah yaitu pandangan yang menyatakan bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh bawaannya, lingkungannya dan  dirinya sendiri.
Hereditas atau bawaan adalah kesangupan manusia yang dapat diwujudkan yang diperoleh dari orang tuanya maupun dari keinginan dirinya sendiri. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita baik berupa benda mati maupun benda hidup.
Faktor-faktor pendidikan yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah faktor tujuan, faktor pendidik, faktor anak didik, faktor alat didik, fakator mileu.

B.              Saran
Bagi pendidik baik pendidik formal maupun norformal sebaiknya mengetahui apa saja yang menjadi pengaruh perkembangan manusia/anak sehingga para pendidik dapat mengetahui cara yang tepat, mana yang harus diberikan pada anak mana yang dihindarkan dari anak, sebab kitalah yang bertanggung jawab atas baik buruknya dari hasil perkembangan manusia atau anak.

 DAFTAR PUSTAKA
Arwani, M.Pd., Konsep Epistemologi Pendidikan Tauhiddalam Roman Hayy Ibn Yadzan, yogjakarta, 1999. (Sekripsi tidak diterbitkan)
Dr. Zakiah Darodjat. Dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara. 2006.
Dr. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. 2007.
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung, CV. Pustaka Setia, 1997
Drs. M. Ngalim Purwanto, MP., Psikologi Pendidikan, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. 1990.
Prof. Dr. Sutari Imam Barnadid, Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis, yogjakarta, Andi Offset.1979.
Samadi Suryabrata (BA.Drs,M.A,Ed.S,Ph.d) Psikologi pendidikan, Jakarta, Rajawali Pers. 1984.
Imam, Barnadib. Filsafat Pendidikan.Yogyakarta.PT.Adita Karya Nusa,2002.



[1] Prof. Dr. Sutari Imam Barnadib, (Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis), Yogjakarta, Andi Offset.1979, hal. 117.

[2] Q.S. An Nahl, 78.
[3] Purwanto,Ngalim, MP., Psikologi Pendidikan, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. 1990. Hal:29
[4] Drs. H. Ahmad Fauzi, “ Psikologi Umum “ Bandung, CV Pusaka Setia, 1997.hal. 67
[5]  Sumadi, Suryabrata (B.A, DRs., M.A, Ed.S, Ph.D.),Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 1984) hal. 185.
[6] Ngalim, hal. 15

Jumat, 30 Januari 2015


KOMUNIKASI METODOLOGI







MAKALAH
Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metode Pembelajaran Agama Islam
Kelas H Semester V, Dosen Pengampu B. Fuadi Abdul Jabar, S.Ag., M.Pd.I
Oleh :

EVI ISMUDATUR ROHMAH         (112221)         

IKA ULFIANA                                 (112222)

LIANATUS SHAUKHAH               (112224)


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 2014


KOMUNIKASI METODOLOGI
I.             PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Pengajaran dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam lingkup lembaga kependidikan, karena melalui pengajaran pendidikan/materi akan diterima oleh objek pendidikan sesuai tujuan yang diinginkan. Dalam melaksanakan sebuah pengajaran maka membutuhkan beberapa komponen pendukung yang menjadi  faktor pendukung suksesnya pelaksanaan pembelajaran, salah satu  komponen tersebut adalah guru. Guru adalah komponen yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan pendidikan, berhasil tidaknya  proses belajar mengajar tergantung oleh faktor guru.   Dalam proses belajar mengajar tugas guru adalah memberikan materi melalui rangsangan dan interaksi komunikasi kepada siswanya, kelancaran dalam berinteraksi komunikasi antara guru dan siswa memberikan dampak yang sangat besar karena itu mempengaruhi tingkat pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan. Oleh sebab itu sebagai seorang guru harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, tidak buta teknologi serta dapat menyampaikan materi dengan suara yang jelas serta mudah dipahami.
Berkomunikasi dalam pembelajaran tidak hanya dengan suara saja tetapi juga dengan  media yang dapat lebih memudahkan pemahaman kepada siswa. Media diartikan sebagai suatu alat bantu sehingga penyampaian materi lebih jelas dan lebih mudah dipahami siswa.  Media pembelajaran tersebut dapat berupa apa saja baik visual, audio maupun audio visual,  dengan catatan pemilihan media pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi.  Pentingnya sebuah komunikasi pendidikan dalam lingkup pembelajaran menyebabkan pentingnya pembahasan yang lebih jelas mengenai  metode komunikasi dalam pembelajaran yang meliputi makna media, jenis media serta fungsi dari media komunikasi pendidikan.

B.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimana makna media komunikasi pendidikan.
2.      Bagaimana fungsi media komunikasi pendidikan.
C.           Tujuan Penulisan
1.        Mengetahui makna media komunikasi pendidikan.
2.        Mengetahui fungsi media komunikasi pendidikan.
D.           Manfaat Penulisan
1.        Pembaca dapat mengetahui media berkomunikasi pendidikan.
2.        Pembaca dapat mengetahui fungsi dari media komunikasi pendidikan.















II.          PEMBAHASAN
A.           Makna Metode, Media dan Komunikasi
Metode adalah sebuah cara untuk mencapai/melakukan sesuatu secara akurat benar dan dapat dipahami serta memudahkan bagi yang memperlajarinya. Dalam pendidikan Islam sebuah metode sangat penting bahkan bersifat wajib, ini guna untuk mempermudah objek pendidikan untuk memahami materi yang akan diberikan. Metode juga dapat diartikan suatu cara yang paling tepat, cepat dan akurat dalam melakukan sesuatu, tetapi tetap  memperhitungkannya secara ilmiah.
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan kata jama’ dari medium yang secara harfiah kata media diartikan sebagai “perantara”/”pengantar”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah alat (sarana) komunikasi. Association for Education an Comunikation Technology (AECT),memberikan pengertianbahwa Media adalah segala bentuk yang dipergunakan suatu proses penyaluran Informasi.[1] Intinya bahwa media adalah suatu alat bantu sebagai perantara/penghantar pesan dari komunikator/guru ke penerima pesan/peserta didik sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan penerima pesan/peserta didik untuk melakukan proses belajar.
Komunikasi adalah sebuah seni bicara untuk menyampaikan beberapa pengertian dan pengetahuan dari komunikator/ pemberi pesan kepada peneriama pesan baik menggunakan media maupun tidak dengan tujuan mendapatkan respon dari penerima pesan tersebut.  Ada beberapa definisi tentang komunikasi, diantaranya :
1.      JL. Araguren
Komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan.
2.      Wiliam I. Gordon
Komunikasi adalah Transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.

3.      M. Djenamar
Komunikasi adalah Seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide seseorang kepada orang lain.
4.      Prof. Dr. Alo Liliweri
Komunikasi ialah Pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
5.      Carl I. Hovland
Proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku seseorang.[2]
            Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah seni yaang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada peneriama pesan baik menggunakan media maupun tidak dengan tujuan merubah perilaku dan mendapatkan respon dari penerima pesan.
            Jika disatukan antara metode dan komunikasi maka, diartikan sebagai sebuah cara yang cepat, tepat dan akurat untuk menyampaikan sesuatu pesan/informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik sehingga merangsang perasaan dan kemauan untuk melakukan proses belajar mengajar. Sedangkan yang disebut media komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik untuk lebih memudahkan pemahaman mengenai materi yang disampaikan.
B.            Media Komunikasi Pendidikan
Disebutkan diatas bahwa media komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk membantu memudahkan pemahaman peserta didik dalam menerima pesan/informasi dari komunikator/pemberi pesan. Dengan demikian maka perlu diketahui alat-alat sebagai media komunikasi pendidikan, urgensi media komunikasi pendidikan, fungsi/manfaat media komunikasi pendidikan serta hambatan dalam berkomunikasi.
1.      Alat-alat Sebagai Media Komunikasi Pendidikan.
Semakin berkembangnya kemajuan pendidikan manusia maka, membuat mereka memiliki strategi –strategi dalam proses pendidikan khususnya dalam pengajaran yang ditujukan kepada peserta didik. Salah satu strategi tersebut adalah menggunakan media sebagai alat penghantar dan juga sebagai alat komunikasi untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.  Oemar Hamalik mengklasifikasikan 4 media/alat pembelajaran yaitu :
Ø  Alat-alat Visual yaitu alat yang hanya dapat dilihat, misalnya papan tulis, buletin board, filmstrip dan sebagainya.
Ø  Alat-alat Audio yaitu alat yang hanya dapat didengar, misalnya tape record, radio pendidikan dan lainnya.
Ø  Alat-Alat Audio Visual yaitu alat yang dapat dilihat dan didengar, semisal film.
Ø  Dramatisasi, bermain peran, sosiodraama, sandiwara dan sebagainya.[3]
Ada beberapa media/alat yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi alat komunikasi dalam penyampaian materi pembelajaran diantaranya :
a.       Papan Tulis
Papan tulis digunakan sejak dulu hingga sekarang baik berupa black board maupun white board memiliki fungsi yang sangat besar bagi proses pembelajaran. Media yang termasuk jadul itu memiliki nilai tersendiri seperti penyajian bahan ajar yang jelas, kesalahan tulisan dapat mudah diperbaiki, dapat menarik perhatian, dapat merangsang siswa menjadi aktif, kreatif dan inovatif.  Papan tulis sangat mendukung dalam proses pembelajaran. Alat ini termasuk media visual.
b.      Bulletin Board dan Display
Alat ini biasanya dirancang khusus untuk menampilkan hasil pekerjaan siswa, gambar-gambar pendidikan, poster pendidikan, karya siswa, pengumuman dan lainnya. Alat ini memiliki nilai tertentu seperti menimbulkan semangat membaca siswa, bertanggung jawab, mendorong keinginan menulis siswa, memupuk rasa kreativitas, inisiatif dan sebagainya. Contoh dari alat ini adalah Mading, papan pengumuman dan lain sebagainya. Alat ini Termasuk media visual.
c.       Gambar dan Ilustrasi Fotografi
alat ini biasanya mudah untuk diperoleh dan bersifat kongkrit. Alat ini memiliki nilai seperti tidak terbatas ruang dan waktu, membantu memperjelas masalah, membantu melemahkan indra, relatif murah dan mudah digunkan. contohnya foto pahlawan. Alat ini masuk dalam media visual.
d.      Slide and Filmstrip
Merupakan gambar yang dapat diproyeksikan. Alat ini jarang digunakan dizaman tradisional karena membutuhkan aliran listrik. Alat yang termasuk media visual inimemiliki beberapa nilai memudahkan penyajian materi, membangkitkan perhatian, motivasi dan minat belajar siswa, dapat dilakukan berulang-ulang. Contoh dari alat ini adalah LCD Proyektor.
e.       Film
Film merupakan alat pengajaran yang cukup efektif dalam proses pembelajaran. Alat yang masuk media audio visual ini memilki beberapa fungsi melengkapi pengalaman dasar, memancing inspirasi siswa, menarik perhatian, mengandung nilai rekreasi. Contoh dari film adalah sejarah.
f.       Rekaman Pendidikan
Media audio yang tanpa diikuti visual ini dapat digunakan sebagai alat pembeljaran seperti mendengarkan ceramah, pidato, musik, sajak, pengajian dan lainnya. alat ini memiliki nilai seperti memmotivasi belajar siswa, dapat dibawa kemana-mana, keaslian bahan materi terjamin alat ini biasanya digunakan siswa sebagai alat untuk merekam penjelasan guru.
g.      Radio Pendidikan
Alat yang muncul sebagai alat komunikasi ini telah dimanfaatkan untuk proses pembelajaran, tetapi biasanya untuk siaran di radio pendidikan teratur dan terjadwal. Manfaat dari alat yang bersifat audio ini diantaranya memberikan informasi yang up to date, menarik minat, jangkauan luas dan lain sebagainya.
h.      Peta dan globe
i.        Buku Pelajaran
j.        Overhead Projector (Proyektor Lintas Kepala)
Alat ini bersifat visual yang memproyeksikan dilayar apa yang tertulis pada kertas transparan. Contoh dari alat ini adalah OHP.
k.      Tape Rekorder
Media yang bersifat audio ini sangat serasi dalam pelajaran berbahasa. Contohnya dalam pembelajaran bahasa inggris.
l.        Alat pendidikan lainnya adalah seperti lab. Bahasa, komputer, kemah, PPL,dan lainnya yang mengandung nilai pendidikan.[4]

2.      Urgensi Media Komunikasi Pendidikan.
Media Komunikasi Pendidikan sangat vital dalam proses pengajaran terlebih dalam pendidikan agama Islam. Kemampuanberkomunikasi dalam pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil dan pemahaman siswa karena komunikasi penting untuk menyampaikan inti materi. Proses belajar mengajar adalah kegiatan berkomunikasi, banyak guru dan siswa salaing bertukar pikiran dan bertukar gagasan, tetapi tidak selamanya penjelasan melalui komunikasi suara saja memuaskan dan mudah dimengerti maka diperlukan sebuah media yang dapat digunakan untuk menjembatani hal tersebut.Penggunaan media tersebut memiliki nilai-nilai sebagai berikut :
a)      Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman siswa. Karena lingkungan, keluarga dan masyarakat yang berbeda sehingga menghasilkan pengalaman yang berbeda pada masing-masing individu, oleh sebab itu media hadir untuk mengatasi perbedaan-bedaan tersebut.
b)      Media dapat mengatasi ruang. Banyak hal yang sulit diamati secara jelas baik itu cepat, kecil, besar dan lainnya sehingga dengan bantuan media suatu objek yang kecil akan dapat dipelajari, hal yang buas akan mudah dilihat jelas, hal yang cepat dapat amati dan lain sebagainya.
c)      Media memungkinkan  adanya interaksi anatar siswa dengan lingkungannya. Gejala fisik dan sosial dapat diajak berkomunikasi.
d)     Media menghasilkan keseragam pengamatan. Pengamatan/fokus siswa dapat diarahkan pada satu hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
e)      Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit dan realistis. Penggunaan media seperti gambar, film, grafik dan lainnya dapat menanamkan konsep dasar yang benar.
f)       Media dapat membangkitkan keinginan dan minat  yang baru, Pengalaman anak makin luas, persepsi makin tajam dan konsep-konsep pemikiran anak makin lengkap.[5]

3.      Fungsi Media Komunikasi Pendidikan.
Pada walnya fungsi media adalah sebagai alat bantu tetapi semakin lama digunakan makin banyak diketahui bahwa media tidak hanya sebagai alat bantu tetapi juga untuk mempertinggi daya serap dan retensi anak terhadap materi pelajaran. Secara umum fungsi dari media pendidikan dalam proses komunikasi belajar mengajar diantaranya :
1)      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas ( hanya dalam bentuk kata-kata atau lisan saja)
2)      Mengatasi keterbatasan daya ruang, waktu dan indra. Contoh objek yang besar dapat digantikan dengan gambar dan film.
3)      Penggunaan media yang bervariatif dapat mengatasi sifat pasif anak.
4)      Dari sifat dan latar belakang siswa serta guru yang berbeda maka akan sulit mencapai kurikulum yang ditetapkan. Kesulitan itu dapat teratasi dengan media yang memberikan kemampuan sebagai perangsang yang sama, pengalaman yang sama dan menimbulkan persepsi yang sama.[6]
Seiring dengan dengan berkembangnya zaman dan teknologi pada masa kini maka fungsi media pendidikan dalam komunikasi pembelajaran adalah :
a.       Membantu memudahkan belajar siswa dan pengajaran bagi guru.
b.      Memberikan pengalaman yang lebih.
c.       Menarik perhatian yang lebih besar.
d.      Tidak membosankan.
e.       Semua indra murid dapat diaktifkan
f.       Lebih menarik minat dan keinginan siswa,
g.      Dapat membangkitkan teori dan realita.[7]
h.      Sebagai setimulus
i.        Meningkatkan keserasian informasi.
Semakin mantapnya pemakaian media dalam belajar mengajar, dipandang tidak lagi sebagai alat peraga tetapi juga sebagai pembawa pesan/ materi sesuai keinginan/tujuan.
4.      Hambatan-Hambatan dalam Komunikasi Pendidikan
Terdapat beberapa hambatan-hambatan dalam Komunikasi pendidikan baik yang muncul dari aspek internal maupun aspek eksternal. Hambatan yang muncul dari aspek internal yaitu hambatan yang timbul dari komuniktor diantaranya :
a.       Hambatan psikologis/kejiwaan yaitu tidak senang, simpati dan lainnya.
b.      Hambatan bahasa.
c.       Perbedaan pengalaman. [8]
d.      Kemampuan berkomunikasi/memiliki seni komunikasi.
Hambatan yang timbul dari aspek eksternal yaitu hambatan yang disebabkan dari alat/media komunikasi, diantaranya :
a.       Gangguan dari dari luar atau ada yang salah dari media tersebut semisal, gambar tidak jelas, suara dari ruang kelas dan lainnya.
b.      Tidak tersedia media yang sesuai.
c.       Media yang sudah lama sehingga tidak layak digunakan.
d.      Media yang tidak mendukung.
Secara umum hambatan dalam proses belajar mengajar adalah
1.      Verbalisme yaitu keterangan guru hanya dengan kata-kata lisan.
2.      Perhatian yang bercabang/tidak fokus.
3.      Kekacauan penafsiran artinya banyak istilah-istilah yang sama tetapi diartikan berbeda ini disebabkan oleh daya tangkap siswa yang berbeda.
4.      Tidak adanya respon dari siswa.
5.      Kurang perhatian dikarenakan metode mengajar guru kurang variatif dan cenderung membosankan.
6.      Keadaan fisik dan lingkungan yang mengganggu.
7.      Sifat pasif peserta didik yaitu tidak bergairahnya siswa dalm mengikuti pelajaran.[9]
III.      PENUTUP
A.           Kesimpulan
 Media Komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik untuk lebih memudahkan pemahaman  mengenai materi yang disampaikan. Sedangkan fungsi dari media komunikasi adalah
a.       Membantu memudahkan belajar siswa dan pengajaran bagi guru.
b.      Memberikan pengalaman yang lebih.
c.       Menarik perhatian yang lebih besar.
d.      Tidak membosankan.
e.       Semua indra murid dapat diaktifkan
f.       Lebih menarik minat dan keinginan siswa,
g.      Dapat membangkitkan teori dan realita.
h.      Sebagai setimulus
i.        Meningkatkan keserasian informasi.

B.            Saran
Memberikan pengetahuan kepada pendidik dan calon pendidik bahwa media komunikasi sangatlah penting dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu pembaca disarankan untuk lebih cermat dan tepat dalam menentukan media serta mencari informasi lebih lengkap mengenai media komunkasi pendidikan.


[1]Usman, Basyiruddin, Asnawir, Media Pembelajaran. (Jakarta : Ciputat Press, 2002). Hlm.11.
[3]Usman, basyiruddin,media...hlm.29.
[4]Danim, Sudarwan, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara. 2010). Hlm. 18-22
[5]Usman, basyiruddin, Media.....Hlm. 13-15.
[6]Arif Sadiman dkk, Media Pendidikan (pegertian, pengembangan dan pemanfaatannya). (Jakarta : raja Grafindo.2005).Hlm.17-18.
[7]Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan (Semarang : RaSAIL. 2005). Hlm.125-126.
[8]Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan .... Hlm.140.
[9]Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, ... Hlm.141-142.