Jumat, 30 Januari 2015


KOMUNIKASI METODOLOGI







MAKALAH
Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metode Pembelajaran Agama Islam
Kelas H Semester V, Dosen Pengampu B. Fuadi Abdul Jabar, S.Ag., M.Pd.I
Oleh :

EVI ISMUDATUR ROHMAH         (112221)         

IKA ULFIANA                                 (112222)

LIANATUS SHAUKHAH               (112224)


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 2014


KOMUNIKASI METODOLOGI
I.             PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Pengajaran dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam lingkup lembaga kependidikan, karena melalui pengajaran pendidikan/materi akan diterima oleh objek pendidikan sesuai tujuan yang diinginkan. Dalam melaksanakan sebuah pengajaran maka membutuhkan beberapa komponen pendukung yang menjadi  faktor pendukung suksesnya pelaksanaan pembelajaran, salah satu  komponen tersebut adalah guru. Guru adalah komponen yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan pendidikan, berhasil tidaknya  proses belajar mengajar tergantung oleh faktor guru.   Dalam proses belajar mengajar tugas guru adalah memberikan materi melalui rangsangan dan interaksi komunikasi kepada siswanya, kelancaran dalam berinteraksi komunikasi antara guru dan siswa memberikan dampak yang sangat besar karena itu mempengaruhi tingkat pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan. Oleh sebab itu sebagai seorang guru harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, tidak buta teknologi serta dapat menyampaikan materi dengan suara yang jelas serta mudah dipahami.
Berkomunikasi dalam pembelajaran tidak hanya dengan suara saja tetapi juga dengan  media yang dapat lebih memudahkan pemahaman kepada siswa. Media diartikan sebagai suatu alat bantu sehingga penyampaian materi lebih jelas dan lebih mudah dipahami siswa.  Media pembelajaran tersebut dapat berupa apa saja baik visual, audio maupun audio visual,  dengan catatan pemilihan media pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi.  Pentingnya sebuah komunikasi pendidikan dalam lingkup pembelajaran menyebabkan pentingnya pembahasan yang lebih jelas mengenai  metode komunikasi dalam pembelajaran yang meliputi makna media, jenis media serta fungsi dari media komunikasi pendidikan.

B.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimana makna media komunikasi pendidikan.
2.      Bagaimana fungsi media komunikasi pendidikan.
C.           Tujuan Penulisan
1.        Mengetahui makna media komunikasi pendidikan.
2.        Mengetahui fungsi media komunikasi pendidikan.
D.           Manfaat Penulisan
1.        Pembaca dapat mengetahui media berkomunikasi pendidikan.
2.        Pembaca dapat mengetahui fungsi dari media komunikasi pendidikan.















II.          PEMBAHASAN
A.           Makna Metode, Media dan Komunikasi
Metode adalah sebuah cara untuk mencapai/melakukan sesuatu secara akurat benar dan dapat dipahami serta memudahkan bagi yang memperlajarinya. Dalam pendidikan Islam sebuah metode sangat penting bahkan bersifat wajib, ini guna untuk mempermudah objek pendidikan untuk memahami materi yang akan diberikan. Metode juga dapat diartikan suatu cara yang paling tepat, cepat dan akurat dalam melakukan sesuatu, tetapi tetap  memperhitungkannya secara ilmiah.
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan kata jama’ dari medium yang secara harfiah kata media diartikan sebagai “perantara”/”pengantar”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah alat (sarana) komunikasi. Association for Education an Comunikation Technology (AECT),memberikan pengertianbahwa Media adalah segala bentuk yang dipergunakan suatu proses penyaluran Informasi.[1] Intinya bahwa media adalah suatu alat bantu sebagai perantara/penghantar pesan dari komunikator/guru ke penerima pesan/peserta didik sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan penerima pesan/peserta didik untuk melakukan proses belajar.
Komunikasi adalah sebuah seni bicara untuk menyampaikan beberapa pengertian dan pengetahuan dari komunikator/ pemberi pesan kepada peneriama pesan baik menggunakan media maupun tidak dengan tujuan mendapatkan respon dari penerima pesan tersebut.  Ada beberapa definisi tentang komunikasi, diantaranya :
1.      JL. Araguren
Komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan.
2.      Wiliam I. Gordon
Komunikasi adalah Transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.

3.      M. Djenamar
Komunikasi adalah Seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide seseorang kepada orang lain.
4.      Prof. Dr. Alo Liliweri
Komunikasi ialah Pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
5.      Carl I. Hovland
Proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku seseorang.[2]
            Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah seni yaang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada peneriama pesan baik menggunakan media maupun tidak dengan tujuan merubah perilaku dan mendapatkan respon dari penerima pesan.
            Jika disatukan antara metode dan komunikasi maka, diartikan sebagai sebuah cara yang cepat, tepat dan akurat untuk menyampaikan sesuatu pesan/informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik sehingga merangsang perasaan dan kemauan untuk melakukan proses belajar mengajar. Sedangkan yang disebut media komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik untuk lebih memudahkan pemahaman mengenai materi yang disampaikan.
B.            Media Komunikasi Pendidikan
Disebutkan diatas bahwa media komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk membantu memudahkan pemahaman peserta didik dalam menerima pesan/informasi dari komunikator/pemberi pesan. Dengan demikian maka perlu diketahui alat-alat sebagai media komunikasi pendidikan, urgensi media komunikasi pendidikan, fungsi/manfaat media komunikasi pendidikan serta hambatan dalam berkomunikasi.
1.      Alat-alat Sebagai Media Komunikasi Pendidikan.
Semakin berkembangnya kemajuan pendidikan manusia maka, membuat mereka memiliki strategi –strategi dalam proses pendidikan khususnya dalam pengajaran yang ditujukan kepada peserta didik. Salah satu strategi tersebut adalah menggunakan media sebagai alat penghantar dan juga sebagai alat komunikasi untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.  Oemar Hamalik mengklasifikasikan 4 media/alat pembelajaran yaitu :
Ø  Alat-alat Visual yaitu alat yang hanya dapat dilihat, misalnya papan tulis, buletin board, filmstrip dan sebagainya.
Ø  Alat-alat Audio yaitu alat yang hanya dapat didengar, misalnya tape record, radio pendidikan dan lainnya.
Ø  Alat-Alat Audio Visual yaitu alat yang dapat dilihat dan didengar, semisal film.
Ø  Dramatisasi, bermain peran, sosiodraama, sandiwara dan sebagainya.[3]
Ada beberapa media/alat yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi alat komunikasi dalam penyampaian materi pembelajaran diantaranya :
a.       Papan Tulis
Papan tulis digunakan sejak dulu hingga sekarang baik berupa black board maupun white board memiliki fungsi yang sangat besar bagi proses pembelajaran. Media yang termasuk jadul itu memiliki nilai tersendiri seperti penyajian bahan ajar yang jelas, kesalahan tulisan dapat mudah diperbaiki, dapat menarik perhatian, dapat merangsang siswa menjadi aktif, kreatif dan inovatif.  Papan tulis sangat mendukung dalam proses pembelajaran. Alat ini termasuk media visual.
b.      Bulletin Board dan Display
Alat ini biasanya dirancang khusus untuk menampilkan hasil pekerjaan siswa, gambar-gambar pendidikan, poster pendidikan, karya siswa, pengumuman dan lainnya. Alat ini memiliki nilai tertentu seperti menimbulkan semangat membaca siswa, bertanggung jawab, mendorong keinginan menulis siswa, memupuk rasa kreativitas, inisiatif dan sebagainya. Contoh dari alat ini adalah Mading, papan pengumuman dan lain sebagainya. Alat ini Termasuk media visual.
c.       Gambar dan Ilustrasi Fotografi
alat ini biasanya mudah untuk diperoleh dan bersifat kongkrit. Alat ini memiliki nilai seperti tidak terbatas ruang dan waktu, membantu memperjelas masalah, membantu melemahkan indra, relatif murah dan mudah digunkan. contohnya foto pahlawan. Alat ini masuk dalam media visual.
d.      Slide and Filmstrip
Merupakan gambar yang dapat diproyeksikan. Alat ini jarang digunakan dizaman tradisional karena membutuhkan aliran listrik. Alat yang termasuk media visual inimemiliki beberapa nilai memudahkan penyajian materi, membangkitkan perhatian, motivasi dan minat belajar siswa, dapat dilakukan berulang-ulang. Contoh dari alat ini adalah LCD Proyektor.
e.       Film
Film merupakan alat pengajaran yang cukup efektif dalam proses pembelajaran. Alat yang masuk media audio visual ini memilki beberapa fungsi melengkapi pengalaman dasar, memancing inspirasi siswa, menarik perhatian, mengandung nilai rekreasi. Contoh dari film adalah sejarah.
f.       Rekaman Pendidikan
Media audio yang tanpa diikuti visual ini dapat digunakan sebagai alat pembeljaran seperti mendengarkan ceramah, pidato, musik, sajak, pengajian dan lainnya. alat ini memiliki nilai seperti memmotivasi belajar siswa, dapat dibawa kemana-mana, keaslian bahan materi terjamin alat ini biasanya digunakan siswa sebagai alat untuk merekam penjelasan guru.
g.      Radio Pendidikan
Alat yang muncul sebagai alat komunikasi ini telah dimanfaatkan untuk proses pembelajaran, tetapi biasanya untuk siaran di radio pendidikan teratur dan terjadwal. Manfaat dari alat yang bersifat audio ini diantaranya memberikan informasi yang up to date, menarik minat, jangkauan luas dan lain sebagainya.
h.      Peta dan globe
i.        Buku Pelajaran
j.        Overhead Projector (Proyektor Lintas Kepala)
Alat ini bersifat visual yang memproyeksikan dilayar apa yang tertulis pada kertas transparan. Contoh dari alat ini adalah OHP.
k.      Tape Rekorder
Media yang bersifat audio ini sangat serasi dalam pelajaran berbahasa. Contohnya dalam pembelajaran bahasa inggris.
l.        Alat pendidikan lainnya adalah seperti lab. Bahasa, komputer, kemah, PPL,dan lainnya yang mengandung nilai pendidikan.[4]

2.      Urgensi Media Komunikasi Pendidikan.
Media Komunikasi Pendidikan sangat vital dalam proses pengajaran terlebih dalam pendidikan agama Islam. Kemampuanberkomunikasi dalam pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil dan pemahaman siswa karena komunikasi penting untuk menyampaikan inti materi. Proses belajar mengajar adalah kegiatan berkomunikasi, banyak guru dan siswa salaing bertukar pikiran dan bertukar gagasan, tetapi tidak selamanya penjelasan melalui komunikasi suara saja memuaskan dan mudah dimengerti maka diperlukan sebuah media yang dapat digunakan untuk menjembatani hal tersebut.Penggunaan media tersebut memiliki nilai-nilai sebagai berikut :
a)      Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman siswa. Karena lingkungan, keluarga dan masyarakat yang berbeda sehingga menghasilkan pengalaman yang berbeda pada masing-masing individu, oleh sebab itu media hadir untuk mengatasi perbedaan-bedaan tersebut.
b)      Media dapat mengatasi ruang. Banyak hal yang sulit diamati secara jelas baik itu cepat, kecil, besar dan lainnya sehingga dengan bantuan media suatu objek yang kecil akan dapat dipelajari, hal yang buas akan mudah dilihat jelas, hal yang cepat dapat amati dan lain sebagainya.
c)      Media memungkinkan  adanya interaksi anatar siswa dengan lingkungannya. Gejala fisik dan sosial dapat diajak berkomunikasi.
d)     Media menghasilkan keseragam pengamatan. Pengamatan/fokus siswa dapat diarahkan pada satu hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
e)      Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit dan realistis. Penggunaan media seperti gambar, film, grafik dan lainnya dapat menanamkan konsep dasar yang benar.
f)       Media dapat membangkitkan keinginan dan minat  yang baru, Pengalaman anak makin luas, persepsi makin tajam dan konsep-konsep pemikiran anak makin lengkap.[5]

3.      Fungsi Media Komunikasi Pendidikan.
Pada walnya fungsi media adalah sebagai alat bantu tetapi semakin lama digunakan makin banyak diketahui bahwa media tidak hanya sebagai alat bantu tetapi juga untuk mempertinggi daya serap dan retensi anak terhadap materi pelajaran. Secara umum fungsi dari media pendidikan dalam proses komunikasi belajar mengajar diantaranya :
1)      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas ( hanya dalam bentuk kata-kata atau lisan saja)
2)      Mengatasi keterbatasan daya ruang, waktu dan indra. Contoh objek yang besar dapat digantikan dengan gambar dan film.
3)      Penggunaan media yang bervariatif dapat mengatasi sifat pasif anak.
4)      Dari sifat dan latar belakang siswa serta guru yang berbeda maka akan sulit mencapai kurikulum yang ditetapkan. Kesulitan itu dapat teratasi dengan media yang memberikan kemampuan sebagai perangsang yang sama, pengalaman yang sama dan menimbulkan persepsi yang sama.[6]
Seiring dengan dengan berkembangnya zaman dan teknologi pada masa kini maka fungsi media pendidikan dalam komunikasi pembelajaran adalah :
a.       Membantu memudahkan belajar siswa dan pengajaran bagi guru.
b.      Memberikan pengalaman yang lebih.
c.       Menarik perhatian yang lebih besar.
d.      Tidak membosankan.
e.       Semua indra murid dapat diaktifkan
f.       Lebih menarik minat dan keinginan siswa,
g.      Dapat membangkitkan teori dan realita.[7]
h.      Sebagai setimulus
i.        Meningkatkan keserasian informasi.
Semakin mantapnya pemakaian media dalam belajar mengajar, dipandang tidak lagi sebagai alat peraga tetapi juga sebagai pembawa pesan/ materi sesuai keinginan/tujuan.
4.      Hambatan-Hambatan dalam Komunikasi Pendidikan
Terdapat beberapa hambatan-hambatan dalam Komunikasi pendidikan baik yang muncul dari aspek internal maupun aspek eksternal. Hambatan yang muncul dari aspek internal yaitu hambatan yang timbul dari komuniktor diantaranya :
a.       Hambatan psikologis/kejiwaan yaitu tidak senang, simpati dan lainnya.
b.      Hambatan bahasa.
c.       Perbedaan pengalaman. [8]
d.      Kemampuan berkomunikasi/memiliki seni komunikasi.
Hambatan yang timbul dari aspek eksternal yaitu hambatan yang disebabkan dari alat/media komunikasi, diantaranya :
a.       Gangguan dari dari luar atau ada yang salah dari media tersebut semisal, gambar tidak jelas, suara dari ruang kelas dan lainnya.
b.      Tidak tersedia media yang sesuai.
c.       Media yang sudah lama sehingga tidak layak digunakan.
d.      Media yang tidak mendukung.
Secara umum hambatan dalam proses belajar mengajar adalah
1.      Verbalisme yaitu keterangan guru hanya dengan kata-kata lisan.
2.      Perhatian yang bercabang/tidak fokus.
3.      Kekacauan penafsiran artinya banyak istilah-istilah yang sama tetapi diartikan berbeda ini disebabkan oleh daya tangkap siswa yang berbeda.
4.      Tidak adanya respon dari siswa.
5.      Kurang perhatian dikarenakan metode mengajar guru kurang variatif dan cenderung membosankan.
6.      Keadaan fisik dan lingkungan yang mengganggu.
7.      Sifat pasif peserta didik yaitu tidak bergairahnya siswa dalm mengikuti pelajaran.[9]
III.      PENUTUP
A.           Kesimpulan
 Media Komunikasi adalah alat/perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari komunikator/guru kepada penerima pesan/peserta didik untuk lebih memudahkan pemahaman  mengenai materi yang disampaikan. Sedangkan fungsi dari media komunikasi adalah
a.       Membantu memudahkan belajar siswa dan pengajaran bagi guru.
b.      Memberikan pengalaman yang lebih.
c.       Menarik perhatian yang lebih besar.
d.      Tidak membosankan.
e.       Semua indra murid dapat diaktifkan
f.       Lebih menarik minat dan keinginan siswa,
g.      Dapat membangkitkan teori dan realita.
h.      Sebagai setimulus
i.        Meningkatkan keserasian informasi.

B.            Saran
Memberikan pengetahuan kepada pendidik dan calon pendidik bahwa media komunikasi sangatlah penting dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu pembaca disarankan untuk lebih cermat dan tepat dalam menentukan media serta mencari informasi lebih lengkap mengenai media komunkasi pendidikan.


[1]Usman, Basyiruddin, Asnawir, Media Pembelajaran. (Jakarta : Ciputat Press, 2002). Hlm.11.
[3]Usman, basyiruddin,media...hlm.29.
[4]Danim, Sudarwan, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara. 2010). Hlm. 18-22
[5]Usman, basyiruddin, Media.....Hlm. 13-15.
[6]Arif Sadiman dkk, Media Pendidikan (pegertian, pengembangan dan pemanfaatannya). (Jakarta : raja Grafindo.2005).Hlm.17-18.
[7]Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan (Semarang : RaSAIL. 2005). Hlm.125-126.
[8]Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan .... Hlm.140.
[9]Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, ... Hlm.141-142.